Jombang, LINGKARWILIS.COM – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar diskusi kebangsaan bertajuk Melihat Indonesia di Aula Kantor DPC setempat, Sabtu (31/1). Forum tersebut menghadirkan mantan Anggota Dewan Pengawas KPK, Prof. Dr. Hardjono, untuk mengulas dinamika sosial-politik serta tantangan kebangsaan ke depan.
Agenda ini diikuti ratusan kader PDI Perjuangan dan perwakilan mahasiswa. Turut hadir Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, yang mendampingi narasumber sepanjang diskusi berlangsung.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menegaskan bahwa forum ini bertujuan menyamakan perspektif kaum nasionalis dalam membaca kondisi kebangsaan terkini. Menurutnya, kapasitas dan pengalaman Prof. Hardjono di bidang hukum dan demokrasi memperkaya kualitas perdebatan serta memperkuat dialektika politik yang konstruktif.
Sebagai catatan, Prof. Hardjono pernah menjabat Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) selama dua periode, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), serta dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga.
Baca juga : Harga Emas Fluktuatif, Warga Jombang Ramai-Ramai Jual Perhiasan
“Ada cara pandang yang perlu kita selaraskan saat menilai Indonesia hari ini. Kita harus berani membedah fakta, memahami persoalan aktual, dan merumuskan langkah strategis pascakemerdekaan untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujar Sumrambah.
Mantan Wakil Bupati Jombang itu juga menyinggung adanya tantangan dari kelompok-kelompok yang dianggap tidak sejalan dengan semangat proklamasi. Ia menilai perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera menuntut konsistensi dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.
“Sebagai kaum nasionalis, kita berkomitmen menjaga NKRI. Kita ingin membawa bangsa ini menuju keadilan sosial yang sejati, meski jalan yang ditempuh tidak mudah karena ada pihak-pihak dengan agenda berbeda,” tegasnya.
Sumrambah menambahkan, diskusi tersebut menjadi pembuka rangkaian dialog kebangsaan berkelanjutan yang akan digelar PDI Perjuangan Jombang. Ia menekankan pentingnya soliditas internal dan eksternal di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Baca juga : Harga Cabai Rawit Tembus Rp 55 Ribu per Kilogram, Petani Kediri Kembali Tersenyum
“Tantangan ke depan semakin berat. Karena itu, tidak boleh ada perpecahan di tubuh kaum nasionalis. Kita harus bersatu demi Indonesia Raya,” tuturnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan Prof. Hardjono yang membahas integritas lembaga negara serta penguatan partisipasi publik dalam demokrasi yang lebih substantif.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin






