Kediri, LINGKARWILIS.COM – Rasa haru dan kebanggaan menyelimuti para calon jamaah haji asal Kabupaten Kediri. Di tengah persiapan menuju Tanah Suci, mereka mendapat tambahan bekal istimewa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri berupa sambel pecel dan sambel tumpang—dua kuliner khas yang lekat dengan identitas daerah.
Bekal ini disiapkan dalam kemasan praktis yang mampu bertahan hingga satu bulan dan dibagikan kepada seluruh jamaah haji secara merata. Masing-masing paket dikemas dalam tas kecil bergambar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Bup Dhito) dan Wakil Bupati Dewi Maria Ulfa (Mbak Wabup Dewi).
Inisiatif ini bukan hanya bentuk perhatian, tetapi juga upaya Pemkab untuk memperkuat ikatan emosional jamaah dengan kampung halaman mereka meski berada jauh di negeri orang. Sambel pecel dan sambel tumpang sendiri merupakan ikon kuliner yang selama ini melekat erat dengan identitas Kabupaten Kediri.
Baca juga : Lewat Program Karomah, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota yang Tangguh dan Humanis
Sumarniningsih (62), jamaah asal Dusun Tepus, Desa Sukorejo, menyambut hangat bingkisan tersebut. Bersama suaminya, ia akan berangkat menunaikan ibadah haji dalam kelompok terbang (kloter) 5 pada 2 Mei mendatang.
“Senang sekali dapat bingkisan dari Mas Bup Dhito. Sambel pecel dan sambel tumpang ini bukan sekadar makanan, tapi juga pengingat akan rumah dan budaya kami. Di sela waktu ibadah nanti, saya dan suami bisa menikmatinya bersama,” ungkapnya.
Sumarniningsih yang telah memiliki dua anak dan empat cucu ini juga berharap seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar, serta dirinya dan para jamaah lainnya kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur.
Baca juga : Kaesang Kunjungi Kabupaten Kediri, Dorong Pembangunan Daerah yang Lebih Maju
Inisiatif kuliner nostalgia ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap warganya yang tengah menjalankan rukun Islam kelima—sebuah sentuhan kecil yang berarti besar bagi para tamu Allah dari Bumi Panjalu.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





