Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Perum Bulog Cabang Tulungagung mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) sekaligus mengoptimalkan distribusi Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di pasaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk meredam gejolak harga beras, di antaranya melalui percepatan distribusi bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar tradisional.
“Kami turut mendukung langkah stabilisasi pangan nasional, khususnya di wilayah Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek yang menjadi wilayah kerja Perum Bulog Cabang Tulungagung,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Baca juga :Β Jamaah Haji Kabupaten Kediri Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada 29 Juni 2026
Yonas menjelaskan, secara nasional Bulog mengelola stok beras sekitar 5,3 juta ton. Sementara itu, stok beras yang tersedia di Perum Bulog Cabang Tulungagung mencapai 85 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi berbagai program pemerintah, termasuk bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP.
Untuk program bantuan pangan, realisasi penyaluran di wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung telah mencapai 55,72 persen atau sekitar 260 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 465 ribu PBP.
Khusus di Kabupaten Tulungagung, penyaluran telah mencapai 56,67 persen atau sekitar 85 ribu PBP dari target 150 ribu penerima manfaat.
Bulog menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan di wilayah kerjanya dapat rampung sebelum akhir Juni 2026.
“Kami optimistis percepatan penyaluran bantuan pangan ini mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen,” jelas Yonas.
Baca juga :Β Volume Kendaraan Meningkat, Dishub Tulungagung Tambah Durasi Traffic Light di Empat Simpang
Selain bantuan pangan, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui berbagai jalur resmi, seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang telah bekerja sama.
Program tersebut bertujuan agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau di tengah dinamika pasar.
Yonas memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek dalam kondisi aman. Seluruh cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog juga siap digunakan sewaktu-waktu untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras yang kami kuasai sangat mencukupi. Kami bersama pemerintah dan seluruh pihak terkait akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil serta kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





