Percepatan Penyaluran Bantuan Pangan, Bulog Tulungagung Optimistis Rampung Akhir JuniTulungagung,

Percepatan Penyaluran Bantuan Pangan, Bulog Tulungagung Optimistis Rampung Akhir JuniTulungagung,
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan saat memberikan pernyataan terkait penyaluran Banpang (isal)

 LINGKARWILIS.COM – Perum Bulog Cabang Tulungagung terus mempercepat distribusi program Bantuan Pangan (Banpang) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Hingga pertengahan Juni, realisasi penyaluran di Kabupaten Tulungagung telah mencapai lebih dari separuh target penerima dan ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir Juni 2026.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan bahwa masa penyaluran bantuan diperpanjang oleh pemerintah pusat berdasarkan surat resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sebelumnya, program tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2026, namun diperpanjang hingga akhir Juni karena adanya kendala ketersediaan kemasan serta penyesuaian jadwal agar tidak bertepatan dengan masa panen raya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Perpanjangan ini merupakan kebijakan dari Bapanas. Selain karena keterlambatan kemasan, juga untuk menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani saat panen berlangsung,” ujar Yonas, Senin (22/6/2026).

Baca juga : Renovasi Gedung Pemkab Kediri Rampung, Menunggu Serah Terima dari Kementerian PUPR

Berdasarkan data Bulog, total sasaran penerima bantuan di empat wilayah kerja Cabang Tulungagung yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar mencapai sekitar 465 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, disiapkan 9.277 ton beras dan 1.855.480 liter minyak goreng.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 260 ribu PBP atau sekitar 55,72 persen telah menerima bantuan. Sementara khusus di Kabupaten Tulungagung, realisasi penyaluran telah menjangkau sekitar 85 ribu dari total 150 ribu PBP, atau setara 57 persen dari target keseluruhan.

Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras medium dan empat liter minyak goreng yang merupakan alokasi untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026.

Menurut Yonas, penyesuaian jadwal distribusi bantuan menjadi langkah strategis pemerintah untuk menghindari tekanan terhadap harga gabah saat musim panen. Sebaliknya, ketika memasuki musim tanam seperti saat ini, bantuan pangan dinilai mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga bahan pokok.

Baca juga : Meski Terhenti di Babak Penyisihan, Tim SIWO PWI Kediri Raya Bangga Ambil Bagian dalam Turnamen Domino Kapolres Jombang Cup 2026

Untuk memastikan target tercapai tepat waktu, Bulog telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, serta petugas lapangan. Jadwal distribusi di masing-masing titik penyaluran juga telah ditetapkan, sementara undangan bagi penerima manfaat sudah mulai didistribusikan.

“Saat ini seluruh mekanisme penyaluran sudah siap. Kami tinggal menjalankan jadwal yang telah disusun bersama pemerintah desa dan kelurahan. Karena itu, kami optimistis penyaluran bantuan pangan dapat dituntaskan sebelum akhir Juni,” tegasnya.

Program Bantuan Pangan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengendalikan dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok. Secara nasional, program ini menjadi bagian dari strategi perlindungan sosial yang menyasar keluarga penerima manfaat guna memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *