Volume Kendaraan Meningkat, Dishub Tulungagung Tambah Durasi Traffic Light di Empat Simpang

Volume Kendaraan Meningkat, Dishub Tulungagung Tambah Durasi Traffic Light di Empat Simpang
Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Tamanan Tulungagung pasca penutupan Jembatan Gondang (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung melakukan penyesuaian waktu siklus lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan akibat penutupan Jembatan Gondang.

Kebijakan tersebut diterapkan pada empat titik persimpangan yang menjadi jalur alternatif bagi kendaraan berat, terutama truk dengan muatan roda enam atau lebih yang melintas dari arah Tulungagung menuju Trenggalek maupun sebaliknya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Ferdi Arif Iswahyudi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang mengalami peningkatan arus kendaraan selama penutupan jembatan.

Baca juga : Pembangunan KKMP di Tulungagung Belum Bergerak, Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama

Empat persimpangan yang menjadi fokus pengaturan tersebut meliputi Simpang Empat Tamanan, Simpang Empat Pasar Burung Beji, Simpang Empat Pasar Boyolangu, dan Simpang Empat Pasar Bandung.

“Selama penutupan Jembatan Gondang, kendaraan roda enam atau lebih dari arah Tulungagung menuju Trenggalek dialihkan melalui jalur Simpang Empat Tamanan hingga Simpang Empat Bandung,” ujar Ferdi, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan Dishub, peningkatan arus lalu lintas terjadi pada jam-jam sibuk, terutama antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB serta pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, Ferdi memastikan kondisi lalu lintas masih terkendali dan belum menimbulkan kejenuhan arus di persimpangan tersebut.

Baca juga  : Gema Sholawat Kediri Raya Semarakkan Dalem Ngangeni, Dorong Wisata Religi dan Kebangkitan UMKM

“Dari hasil pemantauan, antrean kendaraan masih dapat terurai dalam dua kali siklus lampu lalu lintas sehingga belum sampai menyebabkan kemacetan yang berarti,” jelasnya.

Namun demikian, Dishub tetap melakukan langkah antisipatif dengan menambah durasi lampu hijau di beberapa sisi persimpangan. Penyesuaian waktu tersebut diharapkan dapat memperlancar pergerakan kendaraan, khususnya pada jalur alternatif yang kini dilalui kendaraan berat.

Secara teknis, penyesuaian waktu dilakukan sebagai berikut:

  • Simpang Empat Tamanan:
    • Sisi timur menjadi 25 detik.
    • Sisi barat menjadi 25 detik.
    • Sisi selatan menjadi 24 detik.
  • Simpang Empat Pasar Burung Beji:
    • Sisi utara dan selatan masing-masing menjadi 20 detik.
  • Simpang Empat Pasar Boyolangu:
    • Sisi utara dan selatan masing-masing menjadi 18 detik.
  • Simpang Empat Pasar Bandung:
    • Sisi utara dan timur masing-masing menjadi 22 detik.

Penambahan durasi lampu lalu lintas tersebut berkisar antara tiga hingga lima detik pada setiap persimpangan.

Ferdi menambahkan, Dishub akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lalu lintas selama masa penutupan Jembatan Gondang. Apabila terjadi peningkatan antrean yang tidak dapat terurai dalam dua siklus lampu lalu lintas, evaluasi lanjutan akan segera dilakukan.

“Kami berharap penyesuaian waktu siklus ini dapat membantu memperlancar arus kendaraan di jalur alternatif sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik selama penutupan Jembatan Gondang,” pungkasnya.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *