BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Kabar gembira bagi warga sekitar Sungai Brantas dan para pemburu ikan: agenda flushing atau pembersihan endapan bendungan akan kembali digelar dalam waktu dekat. Kegiatan ini dikenal luas dengan istilah pladu, momen yang selalu dinantikan karena biasanya diikuti oleh fenomena ikan mabuk yang mengundang ratusan warga untuk berburu.
Di Kabupaten Blitar, dua bendungan yang akan menjalani flushing adalah Bendungan Wlingi Raya di Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, dan Bendungan Serut yang berada di Kanigoro, berbatasan dengan Kademangan.
Menurut rencana awal, flushing akan dimulai pada 27 April hingga 3 Mei 2025, menyesuaikan dengan volume sedimen yang harus dibersihkan.
“Flushing di Bendungan Wlingi direncanakan awal Mei, saat ini kami masih dalam tahap rapat persiapan,” ujar Yulia Puspita, Humas Perum Jasa Tirta, Sabtu (12/4/2025).
Baca juga : Pemkot Kediri Terapkan MFA untuk Lindungi Data ASN dari Ancaman Peretasan
Proses flushing ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap beberapa tahun sekali. Secara teknis, pintu bendungan akan dibuka untuk mengalirkan air yang membawa lumpur dan endapan keluar. Ketika debit air mulai turun, proses lanjutan dilakukan dengan alat berat guna memastikan kondisi bendungan tetap optimal.
Selain sebagai upaya menjaga kualitas air, flushing juga penting untuk menjaga kelancaran fungsi bendungan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Yang menjadikan momen ini spesial, tentu saja adalah kehadiran ikan-ikan yang terombang-ambing dalam air keruh. Fenomena ini menjadi ajang berburu ikan, bahkan mengundang warga dari luar Blitar untuk turut serta.
Baca juga : Posyandu ILP Matahari RW 06 Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Wujud Layanan Kesehatan yang Komprehensif
Meski demikian, pihak pengelola mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Flushing melibatkan aliran air yang deras, yang dapat berbahaya jika tidak diantisipasi.
“Kami mengingatkan agar warga berhati-hati dan tidak nekat masuk ke area berisiko saat air digelontorkan,” pungkas Yulia.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





