Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan terus bergerak cepat dalam mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Upaya ini dilakukan melalui pengawasan ketat pasar hewan serta percepatan vaksinasi di berbagai wilayah, khususnya di zona hijau.
Berdasarkan data terbaru hingga 6 Februari 2026, Disnakeswan mencatat terdapat 230 ekor sapi pada populasi baru yang terdampak PMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 ekor sapi dinyatakan sembuh, 96 ekor dalam kondisi sehat, 51 ekor masih sakit, dan 5 ekor dilaporkan mati. Seluruh perkembangan kondisi ternak tersebut terus dipantau secara intensif oleh tim medis lapangan.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan pihaknya berkomitmen melakukan penanganan maksimal guna menekan penyebaran virus PMK.
“Kami terus melakukan upaya maksimal. Berdasarkan data per 6 Februari, dari 230 sapi di populasi baru, terdapat 67 ekor yang sudah sembuh dan 96 ekor dalam kondisi sehat. Namun, masih ada 51 ekor yang sakit dan 5 sapi dilaporkan mati,” ujar Shofiah.
Baca juga : Bakti Sosial PWI Lamongan Perkuat Citra Pers dan Dekatkan Wartawan dengan Masyarakat
Dalam upaya memperkuat perlindungan ternak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan bantuan sebanyak 14.000 dosis vaksin PMK kepada Kabupaten Lamongan. Hingga periode 8 Februari 2026, sebanyak 10.230 dosis vaksin telah berhasil disuntikkan kepada ternak milik warga.
Shofiah menjelaskan, program vaksinasi telah berlangsung sejak November 2025. Pada Desember 2025, sebanyak 276 dosis terdistribusi, kemudian meningkat signifikan pada Januari hingga 8 Februari 2026 dengan capaian 9.954 dosis.
“Vaksinasi terus kami lakukan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif utama untuk melindungi ternak dari penularan virus PMK,” imbuhnya.
Selain vaksinasi, Disnakeswan juga melakukan pemeriksaan fisik rutin terhadap ternak di pusat-pusat perdagangan. Pemantauan di Pasar Hewan Tikung dan Babat menunjukkan hasil positif, di mana seluruh ternak dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan kasus PMK.
“Pemantauan di pasar hewan sudah dilaksanakan dan hasilnya baik, seluruh ternak dalam kondisi sehat,” tegas Shofiah.
Untuk memperluas cakupan vaksinasi, tim Disnakeswan juga menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung desa – desa. Salah satunya dilakukan di Desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren.
Baca juga : Percepat Pembentukan KRPPA 2026, Pemkot Kediri Sosialisasi ke Pemangku Kepentingan
Dalam kegiatan tersebut, hingga Senin, (9/2/2026), Disnakeswan Lamongan berhasil menyuntikkan vaksin kepada 256 ekor hewan ternak, yang terdiri dari 48 ekor sapi dan 208 ekor kambing.
“Upaya ini diharapkan mampu memperluas perlindungan ternak di wilayah kecamatan serta meminimalkan risiko penyebaran PMK,” pungkasnya.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin
Reporter: Suprapto






