Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Peristiwa robohnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang menelan korban jiwa, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Sebagai langkah antisipatif, Bupati Sugiri Sancoko berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan pondok pesantren di wilayahnya.
Bupati yang akrab disapa Kang Giri itu menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dini agar tragedi serupa tidak terjadi di Bumi Reyog.
“Kami akan memanggil para pimpinan pondok dan memeriksa satu per satu kondisi bangunannya. Ini upaya preventif agar tidak ada kejadian seperti di Sidoarjo,” ujar Sugiri Sancoko, Senin (6/10/2025).
Baca juga : Dua Pria Asal Kertosono dan Kediri Ditangkap Polisi di Nganjuk karena Diduga Edarkan Sabu, Ini Identitasnya
Berdasarkan data Pemkab, terdapat 123 pondok pesantren resmi di Ponorogo. Pemeriksaan akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) untuk melakukan asesmen teknis serta pengecekan langsung ke lapangan.
“Seluruh pondok, terutama yang memiliki bangunan bertingkat atau sedang membangun, wajib didampingi tim ahli. Kami tidak ingin ada pembangunan yang dilakukan secara asal-asalan,” tegasnya.
Selain inspeksi fisik bangunan, Pemkab juga menyiapkan program pembekalan mitigasi bencana bagi pengelola pondok pesantren. Menurut Kang Giri, masih banyak lembaga pendidikan berbasis pesantren yang belum memiliki standar keselamatan memadai.
Baca juga : Kelurahan Pakelan, Kota Kediri, Menuju Zero Waste, Jadi Teladan Gerakan Minim Sampah Nasional
“Kami akan memastikan ponpes memiliki sarana dasar seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan sistem hidrasi air. Hal kecil seperti ini sangat penting untuk keselamatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kang Giri juga mendorong agar setiap pesantren ikut aktif dalam gerakan penghijauan dan pengelolaan sampah mandiri, sebagai bagian dari penguatan karakter Ponorogo sebagai kota santri.
“Pesantren harus menjadi teladan. Tanam pohon, kelola sampah jadi kompos, dan jaga lingkungan. Inilah wujud nyata Ponorogo sebagai kota santri yang berkarakter,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






