Jombang, LINGKARWILIS.COM β Kasus kematian Khoiriah alias Puji, perempuan penyandang disabilitas yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, terus menyita perhatian. Sejumlah fakta baru mulai terungkap seiring penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Selain proses ekshumasi atau pembongkaran makam untuk kepentingan autopsi, keterangan dari Ketua RT setempat mengungkap dugaan adanya tindakan kekerasan fisik yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
Ketua RT 03 RW 07 Desa Jogoroto yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga dan hasil pengamatan saat kejadian, korban diduga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
“Ada luka di pelipis, telinga hingga mengeluarkan darah, punggung, leher bagian depan yang terlihat seperti bekas cekikan, pergelangan tangan, serta kaki,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, korban diduga mengalami penganiayaan menggunakan sejumlah benda di sekitar rumah, di antaranya gagang sapu dan alat penumbuk bumbu dapur atau ulekan. Selain itu, korban juga diduga sempat dibenturkan ke tembok.
Baca juga :Β Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tahu Kuning Kediri Tetap Pertahankan Harga Jual
“Informasi yang kami terima, korban dipukul menggunakan gagang sapu dan ulekan hingga tubuhnya mengalami lebam. Bahkan disebut-sebut sempat dibenturkan ke tembok,” jelasnya.
Sejumlah warga sekitar diketahui sempat mendengar keributan dari dalam kamar kos. Beberapa saksi bahkan dapat melihat kondisi di dalam ruangan karena pintu kamar terbuat dari kaca.
Ketua RT menuturkan, selama ini ia mengetahui korban merupakan penyandang disabilitas yang tinggal bersama kakak kandungnya. Menurut informasi warga, korban diduga sempat dimarahi karena persoalan sepele yang berkaitan dengan bumbu pecel.
“Informasi dari warga, persoalan itu memicu kemarahan kakaknya hingga terjadi pemukulan. Bahkan disebutkan sempat ditinggal bekerja, lalu kembali dan terjadi kekerasan lagi,” katanya.
Fakta lain yang mengemuka, korban diduga sempat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar melalui jendela kamar kos. Namun upaya tersebut disebut gagal karena korban kembali ditarik masuk ke dalam kamar.
Sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 WIB, beberapa tetangga diminta membantu mengangkat tubuh korban yang berada di kamar mandi.
“Warga diminta membantu mengangkat korban dari kamar mandi. Saat itu keluarga menyebut korban hanya pingsan, namun kondisinya sudah tidak bernyawa. Saya sempat menyarankan agar dibawa ke rumah sakit, tetapi keluarga memilih membawa pulang jenazah untuk dimakamkan,” ungkapnya.
Baca juga :Β Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Jombang. Aparat telah melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban di Dusun Pajaran, Kecamatan Peterongan, untuk keperluan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti. Kakak kandung korban dikabarkan telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dalam proses penyelidikan.
Karena proses hukum masih berlangsung, dugaan penganiayaan dan kronologi yang disampaikan para saksi masih akan diverifikasi melalui hasil penyidikan dan pemeriksaan forensik oleh pihak kepolisian.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





