Tulungagung, LINGKARWILIS.COM –Selama tiga bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung berhasil mengamankan 40 tersangka dalam berbagai kasus penyalahgunaan narkoba. Dari hasil evaluasi, Kecamatan Kedungwaru tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak di antara kecamatan lainnya.
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan, dari 36 lokasi kejadian perkara (TKP) yang berhasil diungkap, 10 di antaranya berada di Kecamatan Kedungwaru.
“Wilayah Kedungwaru menjadi perhatian kami karena menduduki peringkat pertama dalam kasus peredaran narkoba. Kami akan mempersempit ruang gerak pelaku dengan meningkatkan patroli dan sosialisasi bahaya narkoba,” ujar Kapolres dalam keterangan pers di Mapolres Tulungagung, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, langkah pencegahan akan dilakukan secara intensif, baik melalui edukasi masyarakat maupun operasi lapangan bersama berbagai pihak.
Baca juga : Tiga Srikandi Petanque Angkat Nama Kota Kediri di Ajang Bergengsi
“Kami ingin para pengedar dan pengguna merasa tidak aman beroperasi di Tulungagung,” tegasnya.
Berdasarkan data kepolisian, Kecamatan Kota Tulungagung menempati posisi kedua dengan 8 TKP, disusul Boyolangu dengan 5 TKP. Sementara wilayah Rejotangan mencatat 3 TKP, Sendang dan Besuki masing-masing 2 TKP, serta Ngunut, Bandung, Karangrejo, dan Ngantru masing-masing 1 TKP.
Adapun beberapa kecamatan seperti Gondang, Pucanglaban, Tanggunggunung, dan Pagerwojo tercatat bebas dari kasus narkoba.
“Harapan kami, seluruh kecamatan di Tulungagung bisa mencapai kondisi zero narkoba,” imbuhnya.
Dari total pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan 15 residivis yang sebelumnya juga pernah terjerat kasus serupa. Barang bukti yang disita meliputi sabu-sabu, ribuan pil koplo, pipet, timbangan digital, alat hisap, ponsel, kendaraan bermotor, serta uang tunai lebih dari Rp3 juta hasil transaksi narkoba.
AKBP Taat menambahkan, sebagian besar peredaran dilakukan dengan modus sistem ranjau, di mana pelaku dan pembeli tidak bertemu langsung.
Baca juga : Ribuan Tiket Persik Kediri vs Persebaya Sudah Tersedia, Bisa Pilih Ekonomi atau VIP
“Komunikasi dilakukan melalui ponsel, sementara barang diletakkan di lokasi tertentu sesuai kesepakatan. Pembayaran biasanya dilakukan melalui transfer digital,” jelasnya.
Ia menegaskan, kepolisian akan terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk menekan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





