TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sembilan pelajar SMK Sore Tulungagung dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG, Kamis (22/1/2026). Saat ini, Satuan Tugas MBG Tulungagung masih melakukan penelusuran penyebab kejadian tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Sore Tulungagung, Ahmad Yuwan, menjelaskan bahwa sebanyak 2.627 siswa menerima MBG yang disuplai dari dapur SPPG Moyoketen I. Semula, pendistribusian dijadwalkan pukul 09.00 WIB, namun mengalami pengunduran menjadi pukul 10.00 WIB.
Menurutnya, tiga kloter awal siswa telah menerima dan mengonsumsi MBG. Antusiasme siswa cukup tinggi hingga seluruh porsi langsung habis. Namun, sekitar satu jam setelah makan, sembilan siswa mengeluhkan gangguan kesehatan.
“Anak-anak sangat antusias. Kloter pertama hingga ketiga langsung menghabiskan MBG. Sekitar satu jam kemudian, muncul keluhan dari sembilan siswa,” ujar Ahmad Yuwan.
Baca juga : BGN Observasi SPPG Yayasan Mutiara Rawa Hitam Tulungagung, Belum Kantongi Sertifikat SLHS
Mengetahui adanya keluhan tersebut, pihak sekolah segera merujuk sembilan siswa ke Puskesmas Beji untuk mendapatkan penanganan medis. Seluruh siswa yang mengalami gejala berasal dari kelas X.
Menu MBG yang dikonsumsi berupa nasi putih, katsu, dan buah jeruk. Ahmad menegaskan, secara kasatmata tidak ditemukan tanda-tanda makanan basi.
“Saya sendiri sudah mencicipi. Rasanya normal dan tidak ada yang mencurigakan, meskipun faktanya ada siswa yang mengeluh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan pihaknya langsung melakukan observasi setelah menerima laporan dugaan keracunan tersebut.
“Hasil pemeriksaan awal, keluhan yang dialami siswa berupa mual, nyeri perut, muntah, dan diare. Gejala muncul sekitar satu jam setelah mengonsumsi MBG,” jelasnya.
Namun demikian, Dinkes masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut. Pasalnya, beberapa siswa mengaku telah mengonsumsi makanan dari luar sekolah sebelum menyantap MBG.
Baca juga : Dishub Kota Kediri Lanjutkan Uji Coba Tahap II Rekayasa Lalu Lintas Jalan Stasiun, Atur Jam Parkir
“Kami masih melakukan penelaahan, apakah keluhan ini benar akibat MBG atau ada faktor lain. Karena ada pengakuan siswa yang sebelumnya makan dari luar sekolah,” tambah dr. Aris.
Ia menjelaskan, konsumsi makanan dari luar sekolah terjadi lantaran adanya perubahan jadwal distribusi MBG. Pengunduran waktu dilakukan karena jumlah sasaran MBG di SMK Sore Tulungagung mencapai sekitar 2.900 siswa, sementara dapur SPPG Moyoketen I hanya mampu melayani 2.627 penerima.
“Perubahan jadwal dilakukan agar dapur SPPG dan pihak sekolah memiliki waktu persiapan lebih panjang dalam proses distribusi MBG,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin






