Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri resmi membuka seleksi program magang ke Jepang tahun 2025 di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan, Senin (15/9/2025)
Sebanyak 196 peserta antusias mengikuti tes dan pembekalan yang digelar bersama asosiasi LPK dan mitra kerja dari Jepang. Program ini diproyeksikan menjadi pintu bagi generasi muda Kediri untuk memperoleh pengalaman internasional sekaligus meningkatkan daya saing kerja.
Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menegaskan bahwa magang ke Jepang bukan sekadar bekerja, tetapi juga pembelajaran tentang disiplin, etos kerja, dan keterampilan global.
“Alhamdulillah seleksi berjalan lancar. Harapan kami, kesempatan ini dimanfaatkan maksimal oleh peserta untuk menambah kompetensi dan memperluas peluang kerja,” ujarnya.
Baca juga : Disegerakan, Gedung DPRD Kabupaten Kediri Akan Dibangun Ulang, Bupati Koordinasi dengan Pimpinan Dewan
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri, Maria Ulfa, yang hadir memberikan arahan, menekankan agar peserta menjaga integritas dan nama baik bangsa.
“Selain keterampilan teknis, kalian juga menjadi duta budaya Indonesia. Jaga kesehatan, disiplin, serta nama baik keluarga dan Kabupaten Kediri. Pengalaman di Jepang harus menjadi modal membangun karier atau usaha setelah kembali ke tanah air,” pesannya.
Perwakilan mitra Jepang, Nur Hidayah, memastikan peserta yang lolos akan mendapatkan fasilitas uang saku dan asuransi. Ia mengingatkan agar fokus utama peserta adalah belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh.
Baca juga : Dandim 0809/Kediri Cup III 2025 Resmi Ditutup, Ratusan Pesilat Tunjukkan Potensi
Data Disnaker mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Kediri turun dari 5,79 persen pada 2023 menjadi 5,1 persen pada 2024. Meski begitu, program magang ini tetap dipandang sebagai strategi memperkuat keterampilan tenaga kerja dan membuka akses pasar internasional.
Sebelum berangkat, peserta akan menjalani pelatihan intensif bahasa dan budaya Jepang, serta pembekalan etos kerja. Pemkab Kediri berharap, lulusan magang tak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja baru.
Salah satu peserta, Aipoo Blessingki dari Desa Badas, mengaku optimistis mengikuti program ini.
“Saya yakin bisa melalui setiap tahap seleksi dengan baik,” ungkapnya penuh semangat.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





