KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri memastikan tidak ada lahan pertanian di wilayahnya yang mengalami puso hingga akhir Oktober 2025. Kepastian ini diperoleh setelah dilakukan pemantauan langsung ke lapangan serta koordinasi intensif dengan para petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa daun jagung yang tampak mengering di sejumlah lahan bukan disebabkan gagal panen, melainkan karena tanaman sudah dipanen dan yang tersisa hanyalah klobotnya. Hal serupa juga terjadi pada tanaman padi — jerami yang terlihat di sawah adalah sisa panen, bukan tanda puso.
“Kami pastikan tidak ada tanaman yang mengalami puso di Kabupaten Kediri. Kami terus berupaya menjaga hasil panen petani agar tidak menurun. Jika ada laporan serangan hama, tim bersama petani segera melakukan penyemprotan melalui gerakan pengendalian hama,” ujar Sukadi.
Baca juga : Pelatih Persik Kediri Evaluasi Dua Kartu Merah Beruntun
Ia menambahkan, secara umum kondisi tanaman padi dan jagung di Kabupaten Kediri tumbuh baik, berkat perawatan dan pengawasan rutin yang dilakukan bersama petani. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional melalui kontribusi daerah.
“Kami terus mengajak petani untuk bersinergi dengan Dispertabun, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, hingga penerapan pola perawatan yang tepat,” imbuhnya.
Sukadi juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan puso selama musim kemarau lalu. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan, hingga awal November tidak ditemukan lahan yang mengalami kerusakan atau gagal panen.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





