Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di wilayah Sukomoro, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk langsung turun ke lapangan dan mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium terakreditasi di Bogor, Jawa Barat.
Pengambilan sampel dilakukan pada Senin (6/10/2025) di lokasi dugaan pembuangan limbah. Tim DLH tidak hanya mengumpulkan material limbah, tetapi juga mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk memastikan tingkat pencemaran yang mungkin terjadi.
Pengawas DLH Nganjuk, Sutini, menjelaskan bahwa pihaknya memilih PT Pustaka Laboratori Bogor sebagai tempat pengujian karena lembaga tersebut telah terakreditasi dan terdaftar secara resmi sebagai laboratorium lingkungan.
“Kami ingin hasil yang valid dan akurat, karena itu kami menggunakan laboratorium yang kredibel,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Baca juga : AFK Kabupaten Kediri Seleksi Pemain U-16 dan U-19, Siapkan Talenta untuk Timnas Futsal Indonesia
Sutini menyebut, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan jenis maupun kategori limbah tersebut. Hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan keluar dalam waktu sekitar 10 hari.
“Untuk sementara kami belum bisa menentukan kategorinya, karena masih menunggu hasil resmi dari laboratorium,” tegasnya.
Sambil menunggu hasil pengujian, DLH Nganjuk terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), termasuk Deputi Penegakan Hukum serta Deputi Pengaduan dan Pengawasan, juga berkoordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Timur.
“Kami menunggu arahan dari pusat terkait langkah penanganan berikutnya,” tambahnya.
Baca juga : Dua Pria Asal Kertosono dan Kediri Ditangkap Polisi di Nganjuk karena Diduga Edarkan Sabu, Ini Identitasnya
Selain itu, DLH Nganjuk juga telah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk dan mengirimkan surat kepada seluruh camat di kabupaten agar segera mengambil langkah preventif di wilayah masing-masing.
“Camat diminta menutup lokasi dengan terpal dan memberi tanda peringatan agar tidak ada aktivitas di area tersebut,” jelas Sutini.
Sejauh ini, dugaan lokasi pembuangan limbah teridentifikasi berada di lima kecamatan, yakni Sukomoro, Baron, Patian Rawa, Lengkong, dan Jatikalen. Tim DLH masih terus melakukan pemantauan intensif di seluruh titik sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Bogor.
Sutini pun mengapresiasi peran masyarakat yang telah melaporkan dugaan pembuangan limbah tersebut.
“Terima kasih atas kepedulian warga. Kami akan terus menindaklanjuti agar lingkungan tetap aman dan bersih,” pungkasnya.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor: Hadiyin





