Dorong Kesejahteraan Seniman, DPD Partai Golkar Tulungagung Gelar Pentas Jaranan Senterewe

Dorong Kesejahteraan Seniman, DPD Partai Golkar Tulungagung Gelar Pentas Jaranan Senterewe
Pentas Jaranan Senterewe yang digelar di halaman kantor DPD Partai Golkar Tulungagung (isal)

TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – DPD Partai Golkar Tulungagung menggelar pertunjukan seni Jaranan Senterewe sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku seni di Kabupaten Tulungagung.

Pagelaran tersebut menjadi momentum penting setelah Jaranan Senterewe, kesenian khas Tulungagung yang diperkirakan telah berusia lebih dari 68 tahun, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung, Jarot Hartanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen partainya menjadikan kantor DPD sebagai rumah rakyat, termasuk bagi para pelaku seni dan budaya.

Baca juga : Residivis Pencurian Kembali Beraksi, Polisi Tulungagung Ringkus Pelaku yang Dua Kali Sasar Rumah Kosong

“Kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku Jaranan Senterewe untuk terus berkembang sekaligus menjaga kelestarian dan regenerasi kesenian ini,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Menurut Jarot, keberadaan generasi muda yang mendominasi pelaku Jaranan Senterewe menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan kesenian tradisional tersebut. Ia menyebut sekitar 80 persen pelaku seni jaranan saat ini berasal dari kalangan anak muda.

“Kami melihat proses regenerasi berjalan cukup baik. Hal ini menjadi modal penting untuk menjaga agar Jaranan Senterewe tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Meski demikian, Jarot menilai para pelaku seni tradisional di Tulungagung masih membutuhkan perhatian dan pembinaan yang lebih serius dari pemerintah daerah. Selama ini, sebagian besar kelompok jaranan masih mengandalkan pementasan di tingkat desa sehingga peluang pengembangan kesenian masih terbatas.

Ia juga mengungkapkan sejumlah aspirasi yang disampaikan para seniman, terutama terkait keterbatasan biaya operasional. Pendapatan dari setiap pertunjukan kerap habis untuk biaya transportasi dan kebutuhan pendukung lainnya.

Baca juga : Gema Sholawat Kediri Raya Semarakkan Dalem Ngangeni, Dorong Wisata Religi dan Kebangkitan UMKM

Selain itu, para pelaku seni juga menghadapi tantangan dalam pengadaan perlengkapan pementasan, mulai dari alat musik gamelan, properti jaran dan barong, hingga kostum pemain yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menampung berbagai aspirasi dari para pelaku kesenian,” ungkap Jarot.

Menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, DPD Partai Golkar Tulungagung mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap sektor seni dan budaya melalui alokasi anggaran yang memadai.

Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi para pelaku seni agar memperoleh akses terhadap Program Dana Indonesiana yang digagas Kementerian Kebudayaan sebagai bentuk dukungan pendanaan bagi pelaku budaya, komunitas, dan lembaga kebudayaan.

Jarot menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Tulungagung.

“Pemerintah harus hadir dan berkolaborasi dalam mendukung para pelaku kesenian. Kami sangat mendorong langkah tersebut agar seni budaya daerah terus berkembang sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para senimannya,” pungkasnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *