Dua Aksi dengan Aspirasi Berbeda Warnai Kantor Perhutani KPH Kediri, 400 Personel Gabungan Amankan Situasi

Dua Aksi dengan Aspirasi Berbeda Warnai Kantor Perhutani KPH Kediri, 400 Personel Gabungan Amankan Situasi
Dua Aksi dengan Aspirasi Berbeda Warnai Kantor Perhutani KPH Kediri, 400 Personel Gabungan Amankan Situasi (Bidu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Dua kelompok massa dengan aspirasi berbeda menggelar aksi damai di depan Kantor Perum Perhutani KPH Kediri, Jalan Hasanuddin, Kota Kediri, Senin (20/7/2026). Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat dari sekitar 400 personel gabungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Personel yang diterjunkan berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Kelompok pertama, Paguyuban Petani Hutan Kelud Raya (PPHKR), menyampaikan dukungan terhadap Perhutani KPH Kediri sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Ketua PPHKR, Sugianto, mengatakan aksi damai tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus ajakan kepada seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dan kelestarian hutan.

Baca juga :Β Sampah Dibakar Tanpa Pengawasan, Tumpukan Sepah Tebu di Ngadiluwih Kediri Terbakar

“Kami ingin menyampaikan aspirasi secara damai sebagai bentuk dukungan kepada Perhutani KPH Kediri sekaligus mengajak semua pihak menjaga kondusivitas serta kelestarian hutan,” ujar Sugianto.

PPHKR yang terdiri dari gabungan 19 koperasi, PKTH, dan PLMDH membawa tiga tuntutan, yakni meminta Perhutani tidak tunduk pada tekanan pihak yang dinilai tidak berkaitan dengan persoalan kehutanan, menolak campur tangan pihak di luar kewenangan dalam pengelolaan hutan, serta mendukung program Perhutani demi kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Aksi tersebut diikuti sekitar 800 peserta dengan membawa mobil komando, truk, kendaraan pikap, spanduk, dan poster.

Di lokasi yang sama, sekitar 100 anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang dipimpin Lucius Sugianto selaku Wakil Panglima Koordinator Cabang (Wapangkurcap) Brigade SPSI Kabupaten Kediri juga menggelar aksi menyampaikan aspirasi.

Dalam orasinya, SPSI menuntut pengembalian hak pengelolaan lahan hutan kepada masyarakat. Lucius menyebut terdapat sekitar 1.200 hingga 1.300 hektare lahan di wilayah Desa Manggis yang dinilai belum memberikan hak pengelolaan secara maksimal kepada masyarakat.

Baca juga :Β Sambut HUT ke-81 RI, Warga RW 05 Kelurahan Ketami Kota Kediri Gelar Kerja Bakti dan Pasang Umbul-Umbul

“Harapan kami, jangan sampai ada praktik yang merugikan negara maupun masyarakat. Pengelolaan hutan harus dilakukan secara adil, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kediri,” tegas Lucius.

Meski diwarnai dua aspirasi yang berbeda, seluruh rangkaian aksi berlangsung tertib dan damai di bawah pengamanan aparat gabungan. Setelah masing-masing kelompok menyampaikan tuntutannya, massa membubarkan diri dengan tertib tanpa terjadi gangguan keamanan.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *