Nganjuk, LINGKARWILIS.COM –Jembatan penghubung antar desa di Kedungdowo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, kembali runtuh pada Minggu sore (30/11/2025). Peristiwa ini mengulang insiden serupa yang terjadi 12 tahun sebelumnya, menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas konstruksi jembatan tersebut.
Keruntuhan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Struktur jembatan patah total, memutus akses utama warga. Seorang pengendara motor yang melintas nyaris menjadi korban, namun berhasil menyelamatkan diri dengan melompat sebelum jembatan jatuh ke dasar sungai.
Ambruknya jembatan pada akhir 2025 ini menambah daftar panjang riwayat kerusakan. Pada 2013, jembatan Kedungdowo juga pernah roboh akibat penyangga yang gagal menopang beban.
Saat itu publik menyoroti mutu konstruksi, bahkan aparat penegak hukum bergerak menyelidiki dugaan penyimpangan teknis. Namun kasus tersebut tidak berlanjut setelah dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Baca juga : Simak ! Warga Nganjuk yang Belum Rekam KTP-el Tak Bisa Proses KK dan SKPWNI
Usai dibangun kembali oleh Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, warga berharap jembatan baru mampu bertahan lebih lama. Namun harapan itu kandas. Beberapa tahun terakhir, jembatan kembali menunjukkan indikasi kerusakan serius.
Pemeriksaan teknis pertengahan 2024 menemukan enam dari delapan tiang penyangga sudah patah sebuah temuan yang secara teknis seharusnya membuat jembatan segera ditutup total.
Ironisnya, kejadian ambruknya jembatan tahun ini sudah didahului laporan dari pemerintah desa. Kepala Desa Kedungdowo, Suprapto, mengaku telah menyampaikan kondisi kritis jembatan kepada berbagai pihak, mulai dari Dinas PUPR, BPBD Nganjuk, hingga Bupati Nganjuk.
Baca juga : Inter Kediri Resmi Jadi Tuan Rumah Grup G Liga 4 Jatim, Lapangan Ngronggo Dipastikan Jadi Venue
“Saya sudah melaporkan kerusakan tersebut ke semua instansi terkait, termasuk langsung ke Bupati,” ujar Suprapto.
Namun, ia menyebut tak ada tindak lanjut berarti—tidak ada penanganan darurat, tidak ada perbaikan, dan bahkan tidak ada pembatasan penggunaan jembatan. Hingga akhirnya jembatan kembali ambruk pada 2025, mengulang tragedi yang sama seperti tahun 2013.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





