Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Persela Lamongan gagal mengamankan tiga poin setelah De Red FC mencetak gol penyeimbang pada menit 90+4 dalam lanjutan pekan ketujuh Championship 2026/2027. Bermain di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (25/10/2026), Laskar Joko Tingkir harus puas berbagi poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-2.
Gol dramatis pemain belakang De Red FC, Keven, menggagalkan kemenangan tuan rumah yang sebelumnya unggul 2-1. Hasil tersebut terasa menyakitkan bagi Persela karena gol penyama kedudukan tercipta ketika pertandingan hampir berakhir.
Sejak awal laga, Persela tampil menekan dan berusaha menguasai jalannya pertandingan. Upaya tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-12 melalui Juninho Cabral.
Berawal dari sepak pojok Caique Souza, Juninho menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal dibendung penjaga gawang De Red FC. Persela pun membuka keunggulan 1-0.
Baca juga : Subuh Keliling di Pare, Kapolres Kediri Ajak Warga Aktifkan Kembali Poskamling
Tuan rumah berpeluang memperbesar skor pada menit ke-27. Namun, tendangan Dendy Sulistiawan hanya membentur tiang kiri gawang. Hingga turun minum, Persela masih mempertahankan keunggulan.
Memasuki babak kedua, De Red FC meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Usaha tim tamu membuahkan hasil pada menit ke-55 ketika Fellipe Veloso sukses memanfaatkan umpan Ahmad Fahd melalui sundulan yang mengubah skor menjadi 1-1.
Persela kemudian kembali memimpin pada menit ke-62. Kali ini, umpan Drajat R. berhasil dituntaskan Caique Souza dengan sundulan untuk membawa tuan rumah unggul 2-1.
Setelah kembali memimpin, Persela berusaha menjaga keunggulan hingga waktu normal berakhir. Pendukung tuan rumah pun berharap tim kesayangannya mampu mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
Namun, harapan tersebut buyar pada masa injury time. Tepat menit 90+4, Keven melepaskan tendangan jarak jauh yang keras dan mengarah ke gawang Persela. Bola gagal diantisipasi penjaga gawang tuan rumah sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Persela dan De Red FC akhirnya harus puas membawa pulang satu poin.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. Ia menyebut gol pada penghujung laga menjadi pengalaman pahit bagi timnya yang sudah berada di ambang kemenangan.
Baca juga : Dukung Green Policing, Polres Kediri Tanam Bibit Kelengkeng, Mangga, dan Alpukat di Pondok Nurul Hakim
“Pertama kecewa. Ini pengalaman pahit bagi kita. Sekali lagi mohon maaf tidak bisa memberikan kemenangan,” ujar Bima Sakti, Minggu (25/10/2026).
Menurut Bima, konsentrasi pemain menjadi salah satu aspek yang harus segera diperbaiki. Persela dinilai belum mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan benar-benar selesai.
“Gol terakhir sangat menyakitkan hingga kita berbagi poin. Sepak bola menang kalah itu biasa, yang penting kita harus bangkit. Ini home terakhir kita,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lini pertahanan yang masih membutuhkan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan pada menit-menit akhir.
“Problemnya gol di menit akhir. Apa pun hasil hari ini akan saya pertanggungjawabkan. Yang penting kita harus bangkit kembali,” kata Bima.
Sementara itu, pelatih De Red FC, Aji Santoso, mengungkapkan rasa syukurnya karena timnya mampu membawa pulang satu poin dari Stadion Surajaya.
Aji mengapresiasi semangat juang para pemain yang mampu bangkit dua kali setelah tertinggal dari Persela. Menurutnya, hasil tersebut sesuai dengan target yang ingin dicapai tim tamu.
“Yang pertama tentu bersyukur bisa mendapat poin sesuai target. Meski pertama tertinggal, kami bisa menyamakan. Tertinggal lagi dan bisa menyamakan lagi,” ujar Aji.
Ia juga memuji tendangan Keven yang menjadi penentu hasil imbang pada menit 90+4. Menurutnya, kerasnya tendangan dan arah bola membuat peluang tersebut sulit dihentikan penjaga gawang Persela.
“Tendangan Keven memiliki power cukup bagus hingga bisa menyamakan kedudukan. Bolanya keras dan jatuh di pojok, sangat sulit diantisipasi,” katanya.
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi bagi Persela Lamongan, terutama dalam menjaga konsentrasi dan soliditas pertahanan hingga pertandingan berakhir. Keunggulan yang gagal dipertahankan membuat Laskar Joko Tingkir kehilangan kesempatan meraih tiga poin di kandang sendiri.
Sebaliknya, gol pada detik-detik terakhir menjadi penyelamat De Red FC untuk membawa pulang satu poin dari Lamongan.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





