Kediri, LINGKARWILIS.COM – Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi menjadi kunci utama dalam membentuk sumber daya manusia yang cerdas dan berdaya saing. Sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan muda, Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Kediri menyelenggarakan pelatihan menulis cerita anak dan membaca puisi/deklamasi dalam rangka Festival Nusantara Bercerita, bertempat di Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syekh Wasil Kediri, Minggu (19/10/2025).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi ini disambut antusias oleh masyarakat. Lebih dari 100 orang mendaftar, dengan 90 peserta hadir langsung. Mereka berasal dari pelajar SMA/SMK serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kediri.
Kemajuan teknologi membuat akses informasi semakin terbuka. Namun, Ketua Pelaksana Festival, Diawati Sri Nur Indah, menilai kemudahan itu belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan kemampuan literasi.
Baca juga : Pelatih Persik Kediri Soroti Fokus Pemain Usai Takluk 0-2 dari Borneo FC
“Masih banyak pelajar dan masyarakat umum yang kesulitan memahami isi bacaan, memilah informasi valid, serta memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Literasi bukan sekadar membaca, tapi bagaimana mengelola dan memaknai informasi dengan benar,” jelasnya.
Diawati menambahkan, rendahnya kemampuan literasi dapat berimbas pada berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan hingga partisipasi sosial.
“Kemampuan literasi harus ditanamkan sejak dini, baik di keluarga, sekolah, maupun komunitas. Literasi mencakup keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan memecahkan masalah,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, GPAN Kediri berupaya menanamkan semangat literasi lewat berbagai kegiatan seperti lomba menulis cerita anak, lomba deklamasi puisi, dan pelatihan membaca berita. Semua dikemas dengan konsep menarik agar literasi terasa menyenangkan.
Baca juga : Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Massal HUT ke-87 KONI Kota Kediri
Dengan mengusung tema “Literasi Berbudaya, Generasi Berwawasan”, festival ini bertujuan membangun kesadaran literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari serta melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan percaya diri menghadapi era modern.
Tujuan utama kegiatan ini antara lain:
-
Meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, khususnya generasi muda.
-
Menumbuhkan budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari.
-
Mendorong lahirnya generasi yang inovatif dan berwawasan luas.
Sedangkan manfaatnya mencakup:
-
Mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikatif.
-
Meningkatkan keterampilan memecahkan masalah.
-
Membentuk generasi siap beradaptasi dengan perubahan zaman.
Salah satu narasumber, Ari Utami, membagikan teknik membaca berita dengan gaya storytelling. Ia menekankan pentingnya pemahaman isi berita agar pesan tersampaikan dengan baik kepada audiens.
“Pembaca berita sebaiknya tidak hanya membaca teks, tapi menyampaikannya seolah sedang bercerita kepada penonton. Dengan begitu, pendengar merasa lebih dekat dan nyaman,” tuturnya.
Ari juga menegaskan pentingnya penguasaan public speaking, teknik announcing, serta menjaga penampilan.
“Rasa malu adalah tantangan terbesar bagi pemula. Kuncinya latihan terus-menerus dan jangan cepat puas dengan hasil hari ini,” tambahnya.
Salah satu peserta, Safira Keysa Fatimah Azahra, siswi SMK Negeri 2 Kota Kediri, mengaku senang mengikuti pelatihan ini.
“Materinya menarik dan mudah dipahami. Saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan ingin ikut lagi di kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti sesi praktik menulis, membaca berita, dan deklamasi puisi.
Melalui pelatihan ini, GPAN Kediri berharap dapat menumbuhkan budaya literasi berkelanjutan di masyarakat.
“Literasi bukan hanya keterampilan dasar, tetapi fondasi untuk membangun bangsa yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing. Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya generasi literat di Kediri,” tutup Diawati.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin






