MALANG, LINGKARWILIS.COM – — Mengawali tahun 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung menggenjot penguatan layanan pendidikan. Usai memimpin rapat pleno Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kota Batu, Khofifah meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi puluhan sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di wilayah Malang Raya.
Peresmian dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (2/1/2026). Sebanyak 35 satuan pendidikan menjadi sasaran program peningkatan sarana dan prasarana tersebut. Revitalisasi mencakup perbaikan fasilitas utama hingga penunjang pembelajaran, mulai dari ruang kelas, laboratorium, aula, hingga sanitasi sekolah.
“Hari ini kami meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 35 sekolah SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang berada di kawasan Malang Raya,” kata Khofifah.
Baca juga : Diduga Mengantuk, Truk Bermuatan Benih Tebu di Kediri Hantam Pohon hingga Ringsek
Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berkutat pada aspek kurikulum dan kualitas tenaga pendidik. Lingkungan belajar yang sehat, aman, dan layak juga menjadi faktor krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
“Salah satu fasilitas yang selama ini kurang mendapat perhatian adalah toilet sekolah. Padahal sanitasi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan warga sekolah. Kini hal itu menjadi perhatian utama kami. Dengan fasilitas yang semakin baik, kualitas layanan pendidikan diharapkan meningkat secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Khofifah, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memastikan terpenuhinya standar layanan pendidikan, mulai dari ruang belajar, sarana praktik, hingga kebersihan lingkungan sekolah.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Timur, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah ruang hasil rehabilitasi dan revitalisasi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Di sela acara, Khofifah menyerahkan hadiah berupa tablet kepada guru dan siswa yang berulang tahun pada 2 Januari. Ia juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu serta menyerahkan bingkisan penghargaan kepada pegawai SMKN 2 Singosari yang telah lama mengabdi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi tersebut menggunakan anggaran tahun 2025 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN.
Menurutnya, program serupa tidak hanya dilaksanakan di Malang Raya, tetapi juga merata di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Secara keseluruhan, lebih dari 300 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, telah mendapatkan program ini dengan total anggaran di atas Rp450 miliar,” ungkap Aries.
Selain itu, melalui skema pendanaan APBD dan APBN, Pemprov Jatim juga merehabilitasi dan merevitalisasi lebih dari 150 sekolah lainnya di berbagai daerah dengan total anggaran lebih dari Rp46 miliar.
Aries menambahkan, seluruh pelaksanaan program dilakukan secara swakelola oleh panitia pembangunan sekolah yang ditunjuk secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta berada di bawah pengawasan ketat Inspektorat Provinsi Jawa Timur.
Khusus di Malang Raya, sektor SMK menjadi penerima alokasi terbesar. Sebanyak 23 SMK negeri dan swasta memperoleh anggaran lebih dari Rp23 miliar, yang difokuskan pada sembilan jenis bantuan, antara lain pembangunan dan perbaikan ruang praktik siswa, laboratorium, ruang OSIS, ruang kelas, UKS, hingga toilet.
Sementara sektor SMA mencakup 12 sekolah negeri dan swasta dengan total anggaran lebih dari Rp5 miliar. Bantuan diarahkan pada perbaikan toilet, laboratorium IPA dan komputer, ruang OSIS, ruang kelas, alat praktik, serta ruang praktik siswa.
Adapun sektor SLB menyasar tiga SLB negeri dan swasta dengan total anggaran Rp4,3 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan ruang kelas baru serta ruang pembelajaran khusus sebagai penguatan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.***
Reporter : Arief Pabowo
Editor : Hadiyin






