Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Harga beras premium di Kabupaten Tulungagung terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini memicu sebagian warga memilih mengganti konsumsi beras premium dengan beras curah yang dinilai lebih terjangkau.
Koordinator Pasar Ngemplak, Moh. Hasan Habibi, mengungkapkan bahwa hampir seluruh pedagang di pasar tersebut kini menjual beras dengan harga yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Ia memprediksi lonjakan harga ini masih akan berlanjut, seiring tingginya permintaan masyarakat.
“Beberapa minggu terakhir harga beras naik bertahap setiap minggu. Sekarang, beras premium yang semula Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu, sedangkan beras medium naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogram,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Baca juga : Bulog Kediri Pastikan Stok Beras 75 Ribu Ton, Aman untuk 13 Bulan ke Depan
Habibi menambahkan, kenaikan harga ini mulai terjadi sejak mencuatnya isu beras oplosan yang diungkap Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. Salah satu merek beras yang cukup populer di Tulungagung bahkan telah ditarik dari peredaran.
Meski harga naik, ia memastikan stok beras di pasaran masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun, fenomena peralihan dari beras premium ke jenis lain mulai terlihat. “Permintaan tetap tinggi, hanya saja sebagian warga kini beralih ke beras yang lebih murah,” imbuhnya.
Salah satu warga, Kusuma Wardhani, mengaku memilih membeli beras curah demi menghemat pengeluaran rumah tangga. “Biasanya saya beli 5 kilogram beras premium merek Lahap. Tapi karena harga naik, sekarang saya beli beras curah yang biasa dipakai penjual nasi goreng. Dengan harga sama, dapatnya lebih banyak,” tuturnya.***
Reporter : Muhammad Shileh Sirri
Editor : Hadiyin





