Identitas Kerangka Manusia di Hutan Ponorogo Terungkap, Diketahui Bernama Wagiman asal Suru

Identitas Kerangka Manusia di Hutan Ponorogo Terungkap, Diketahui Bernama Wagiman asal Suru
Petugas saat berada di TKP (Ist)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Misteri penemuan kerangka manusia di kawasan Petak 116 B, hutan Desa Temon, Kecamatan Sawoo, pada 7 November lalu akhirnya menemukan titik terang. Setelah dua pekan melakukan penyelidikan, Satreskrim Polres Ponorogo bersama tim forensik RS Bhayangkara Kediri memastikan kerangka tersebut milik Wagiman, warga Desa Suru, Kecamatan Sooko.

Wakapolres Ponorogo, Kompol Ari Bayuaji, menyampaikan bahwa kepastian identitas korban diperoleh melalui rangkaian pemeriksaan, mulai dari pencocokan barang bukti hingga hasil otopsi forensik.

“Berdasarkan pemeriksaan dan otopsi, kerangka tersebut diketahui bernama Wagiman, warga Desa Suru, Kecamatan Sooko. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Oktober 2025,” ujar Kompol Ari, Selasa (25/11/2025).

Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Gelar Patroli Pagi untuk Cegah PKL Berjualan di Siang Hari

Menurut keterangan polisi, sebelum dinyatakan hilang, pria berusia 67 tahun itu sempat terlihat berjalan menuju area hutan. Dugaan sementara, kondisi kesehatan dan ingatan korban yang menurun membuatnya tersesat dan tidak mampu kembali.

“Ada warga yang melihat korban menuju hutan. Kami menduga faktor usia dan pikun membuatnya kehilangan arah,” jelasnya.

Identitas korban semakin kuat setelah pihak keluarga datang ke lokasi penemuan. Putra korban, Sugiyono, mengenali sejumlah barang yang ditemukan di sekitar kerangka.

“Topi Spiderman yang biasa dipakai ayah, jaket cokelat bermotif kotak, celana hitam, sandal jepit hijau, serta baju batik bertuliskan SMU Negeri 1 Biak Kota  semuanya sesuai dengan pakaian terakhir yang dikenakan beliau,” ungkapnya.

Baca juga : Pemkab Kediri Resmikan Day Care Padma Kara, Fasilitas Pengasuhan Modern Berbasis Keamanan dan Transparansi

Kompol Ari menambahkan, hasil otopsi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Hal tersebut mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal secara alami karena tidak mampu bertahan hidup di dalam hutan.

“Tidak ada indikasi tindak kekerasan. Semua petunjuk mengarah pada kematian alami, dipengaruhi faktor usia dan kemungkinan kelaparan,” tegasnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D