Jalan Suparjan Mangun Wijaya Kediri Ditutup Enam Bulan, Ini Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintasnya

Jalan Suparjan Mangun Wijaya Kediri Ditutup Enam Bulan, Ini Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintasnya
Para pekerja proyek tol di Jalan Suparjan Mangun Wijaya, Kota Kediri saat melakukan pekerjaan. (burhan)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Jalan Suparjan Mangun Wijaya, Kota Kediri, akan ditutup sementara selama enam bulan, mulai Kamis (22/10/2026) hingga April 2027. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pengerjaan akses ramp on-ramp off proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang terhubung dengan Bandara Dhoho Kediri.

Mengantisipasi dampak penutupan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri bersama Satlantas Polres Kediri Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah jalur alternatif. Pengaturan tersebut mencakup pengalihan rute bus antarkota hingga kendaraan angkutan barang.

Sejumlah rambu petunjuk arah dan larangan juga disiapkan di titik-titik strategis untuk membantu pengguna jalan sekaligus mengantisipasi kemacetan.

Plt Kepala Dishub Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, mengatakan penutupan Jalan Suparjan Mangun Wijaya merupakan bagian dari pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan tol yang membutuhkan penyesuaian kondisi jalan dan jembatan.

Baca juga : ESDM Jatim Tutup Sementara Tambang Pasir di Puncu Kediri, Warga Desak Penutupan Total

Ruas jalan yang terdampak memiliki panjang sekitar 500 meter, mencakup sisi kiri dan kanan titik pembangunan akses tol. Pekerjaan meliputi pelebaran jalan serta pembangunan ulang jembatan dengan lebar mencapai 24 meter.

“Jalan akan diperlebar dan ditinggikan menyesuaikan kebutuhan akses tol. Selain itu, akan dibangun saluran drainase dengan dimensi lebih besar untuk mengantisipasi genangan maupun banjir,” jelasnya.

Menurut Bambang, penutupan diperlukan agar proses pembangunan berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai target pada April 2027. Terlebih, Bandara Dhoho Kediri direncanakan dapat mendukung keberangkatan jemaah haji pada 2027.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan. Akses warga menuju rumah, sekolah, tempat kerja, dan fasilitas pelayanan kesehatan di kawasan Mojoroto serta sekitarnya diupayakan tetap tersedia melalui jalur alternatif.

Baca juga : Disdagrin Kabupaten Kediri Sosialisasikan Zona dan Penempatan Lapak Pasar Ngadiluwih

Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Jaksa Agung, Jalan Kawi, dan Jalan Botolengket. Sementara itu, kendaraan bermotor juga dapat menggunakan akses Jalan Ajasmoro dengan menyesuaikan kondisi dan pengaturan di lapangan.

“Kami sudah melakukan kajian dan analisis terkait pengalihan lalu lintas. Masyarakat tetap bisa beraktivitas karena masih tersedia sejumlah jalur alternatif. Silakan memilih rute yang paling lancar dan mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas juga menyasar angkutan umum, khususnya bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP). Dishub telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatur jalur bus dari arah Tulungagung dan Trenggalek.

Bus akan diarahkan melalui Jalan Semeru, Jalan Agus Salim, hingga Simpang Empat Alun-Alun Kediri, kemudian menuju Jalan PB Sudirman sesuai pengaturan petugas.

Pengaturan ini diharapkan tetap memudahkan penumpang menggunakan Terminal Tamanan untuk naik dan turun bus maupun berpindah ke layanan angkutan umum lainnya.

Sementara itu, kendaraan angkutan barang berdimensi besar dengan berat di atas 12 ton akan dialihkan melalui jalur lingkar yang terhubung dengan wilayah Kabupaten Kediri.

Rute yang disiapkan meliputi kawasan Simpang Empat Jongbiru, PG Pesantren, Ngronggo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Kapten Tendean, hingga Jalan Blitar.

Adapun kendaraan berukuran lebih kecil, seperti pikap dan truk engkel dengan berat di bawah delapan ton, masih diperbolehkan mengakses sejumlah ruas jalan untuk menunjang aktivitas perdagangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dishub bersama instansi terkait juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala melalui forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ). Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah persimpangan akibat pengalihan arus.

Bambang berharap masyarakat, khususnya warga di kawasan Mojoroto, Bujel, Gayam, Betolengket, dan Sukorame, dapat mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Kami berharap pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal, bahkan kalau memungkinkan lebih cepat. Namun, pelaksanaan pembangunan juga dipengaruhi kondisi cuaca, terlebih saat memasuki musim penghujan. Karena itu, kami memohon dukungan dan partisipasi masyarakat agar proyek ini berjalan lancar,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri melalui KBO Satlantas IPTU Murnianto mengatakan, pihaknya menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan penutupan jalan.

Pengamanan diperkirakan berlangsung maksimal tiga hari, menyesuaikan kebutuhan pekerjaan dan kondisi lalu lintas di lapangan. Sekitar 10 personel Satlantas akan diterjunkan untuk membantu mengatur kendaraan dan mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik.

“Kami telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan otobus, termasuk PO Bagong dan PO Harapan Jaya, agar pengalihan jalur dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Untuk bus dari arah Tulungagung menuju Surabaya, kendaraan akan diarahkan masuk ke Terminal Tamanan terlebih dahulu. Setelah keluar dari terminal, bus melanjutkan perjalanan menuju kawasan Alun-Alun Kediri, kemudian melalui Jalan Yos Sudarso dan Jalan Mayjen Sungkono menuju Surabaya.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Surabaya menuju Tulungagung akan diarahkan melalui kawasan Semampir, Kodim, dan Baptis. Selanjutnya, kendaraan melintasi Jalan Letjen S. Parman, Jalan MT Haryono, Jalan Brigjen Katamso, serta kawasan Alun-Alun Kediri sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung.

Pengalihan tersebut bertujuan mencegah kendaraan besar memasuki kawasan penutupan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Murnianto menambahkan, rambu larangan dan petunjuk jalur alternatif juga dipasang di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Kras, Jeli, Jetis, Alun-Alun Kediri, Mengkreng, Papar, hingga sejumlah akses jalan dari wilayah sekitar.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan lainnya, agar mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang dan mengikuti arahan petugas. Sebelum berangkat, masyarakat sebaiknya memperhatikan jalur alternatif agar tidak terlanjur masuk ke kawasan penutupan dan harus memutar kembali,” tegasnya.

Melalui rekayasa lalu lintas tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat dan distribusi barang tetap berjalan lancar selama pengerjaan akses tol menuju Bandara Dhoho Kediri berlangsung.***

Reporter: Agus Ely Burhan

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *