TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM β Sebanyak 26 truk bertonase lebih dari 8 ton ditindak petugas gabungan Satlantas Polres Tulungagung dan Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung setelah nekat melintasi jalur alternatif di Simpang Empat Cabe, Kecamatan Gondang, Rabu (1/7/2026). Seluruh kendaraan tersebut dikenai sanksi tilang karena melanggar rekayasa lalu lintas yang diberlakukan sejak penutupan Jembatan Gondang I.
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin, mengatakan rekayasa arus lalu lintas telah diterapkan sejak awal penutupan jembatan. Jalur alternatif di Kecamatan Gondang hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat, sedangkan truk roda enam atau lebih dengan muatan di atas 8 ton diwajibkan melalui jalur lain.
Untuk kendaraan dari arah Tulungagung menuju Trenggalek, truk diarahkan melalui Simpang Empat Tamanan menuju Kecamatan Bandung. Sebaliknya, kendaraan dari arah Trenggalek dialihkan melalui Simpang Empat Durenan menuju Kecamatan Bandung sebelum kembali ke Simpang Empat Tamanan.
“Sejak awal kami telah melakukan sosialisasi, memasang rambu rekayasa lalu lintas, melakukan langkah preventif, hingga memasang portal pembatas kendaraan,” ujar Iptu Ahmad Zainudin.
Baca juga :Β Empat SMP Negeri di Tulungagung Buka SPMB Gelombang II, Kuota Gelombang I Belum Terpenuhi
Meski demikian, para sopir truk masih nekat melintasi jalur alternatif. Bahkan, menurut Zainudin, petugas menerima laporan adanya tiga kasus perusakan portal pembatas ketinggian kendaraan di Simpang Empat Cabe dan Simpang Tiga Barat Gondang.
Kondisi tersebut mendorong petugas gabungan menggelar razia sebagai langkah penegakan hukum. Hasilnya, sebanyak 26 truk bertonase besar terjaring dan langsung dikenai sanksi tilang.
“Berbagai upaya yang kami lakukan ternyata belum mampu menyadarkan para pengemudi, sehingga kami mengambil tindakan tegas melalui penilangan,” tegasnya.
Selain penindakan lalu lintas, petugas Dishub juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan, termasuk mengecek kelengkapan dokumen uji KIR terhadap seluruh truk yang terjaring operasi.
Menurut Zainudin, razia akan terus dilakukan secara berkala dan bersifat mobile di sejumlah titik untuk memastikan jalur alternatif tetap steril dari kendaraan bertonase besar.
“Kegiatan penindakan akan kami lakukan secara rutin dan berpindah-pindah lokasi agar tidak ada lagi truk besar yang memaksakan diri melintasi jalur alternatif,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





