Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun melakukan pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di sejumlah stasiun, termasuk Stasiun Tulungagung. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas pelayanan dalam kondisi optimal demi menunjang kenyamanan penumpang.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa inspeksi tersebut dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya. Selain pengecekan SPM, tim juga melaksanakan inspeksi keselamatan atau ramp check.
Menurutnya, pemeriksaan difokuskan pada aspek keselamatan, kesehatan, serta kelayakan fasilitas pelayanan di Stasiun Tulungagung. Hal ini sebagai bentuk komitmen KAI dalam menjamin keamanan dan kenyamanan calon pemudik yang akan berangkat maupun melintas di wilayah Daop 7 Madiun.
Baca juga : Satgas Pangan Polres Kediri Ingatkan Pedagang Tidak Timbun Sembako
“Kami bersama DJKA Kementerian Perhubungan telah melakukan inspeksi di Stasiun Tulungagung untuk memastikan keamanan dan kenyamanan calon pemudik. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang SPM Angkutan Orang dengan Kereta Api,” ujar Tohari, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Tulungagung, tetapi juga di 12 stasiun yang berada di wilayah Daop 7 Madiun. Sementara ramp check dilaksanakan pada sejumlah rangkaian kereta api yang beroperasi di wilayah tersebut.
Adapun 12 stasiun yang diperiksa meliputi Stasiun Tulungagung, Ngunut, Madiun, Ngawi, Magetan, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Papar, dan Blitar. Khusus di Tulungagung, dua stasiun yang menjadi objek pemeriksaan yakni Stasiun Tulungagung dan Stasiun Ngunut.
Untuk rangkaian kereta, ramp check dilakukan terhadap KA Singasari, KA Bangunkarta, KA Brantas, dan KA Dharmawangsa.
Pemeriksaan mencakup fasilitas stasiun seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, layanan kesehatan, ruang tunggu, toilet, musala, serta informasi jadwal dan ketersediaan tempat duduk. Sementara pada rangkaian kereta, aspek yang dicek meliputi rem darurat, pemecah kaca, kebersihan toilet, pendingin udara (AC), fasilitas bagi penyandang disabilitas, hingga lampu penerangan.
Baca juga : Prajurit TNI dari Koramil 0809/03 Mojoroto Temani Siswa TK A Santa Maria Kediri dalam Giat Outbound
Dari hasil inspeksi, seluruh stasiun yang diperiksa dinyatakan memenuhi SPM sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku. Hasil tersebut menjadi motivasi bagi Daop 7 Madiun untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu perjalanan.
“Dengan persiapan yang matang ini, kami berharap masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran 2026 dengan tenang dan aman,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





