LINGKARWILIS.COM – Berbagai berkah menyertai petani kembang mawar di Jombang, Jawa Timur saat bulan suci Ramadan semakin dekat.
Harga kembang mawar dan pacar air mengalami lonjakan drastis, mencapai lima kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi para petani, yang mampu memperoleh omzet hingga jutaan rupiah setiap harinya.
Suwarno (41) seorang petani dari Desa Candimulyo menjadi salah satu yang merasakan manfaat dari kenaikan harga ini.
Dengan memanfaatkan lahan setengah hektare di pekarangan rumahnya, ia dapat memanen sekitar 25 kilogram kembang mawar dan 10 kilogram pacar air setiap hari. Dibantu oleh dua pekerja, Suwarno sibuk memetik bunga yang kini memiliki nilai tinggi di pasaran.
Tradisi Grebeg Apem di Jombang Ricuh, Sejumlah Warga Kehilangan Ponsel
Menurut Suwarno, harga bunga yang biasanya berkisar Rp40-50 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp200 ribu, bahkan bisa lebih menjelang Ramadan.
Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari pedagang pasar serta masyarakat yang menjalankan tradisi megengan, yakni menabur bunga di makam keluarga.
Setelah panen, bunga-bunga tersebut segera ditimbang oleh sang istri, Eni Noviandari, sebelum dikirim ke pelanggan.
Berkat usaha ini, pasangan suami istri tersebut mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp5 juta per hari selama masa panen menjelang Ramadan.
Sambut Ramadan! SMPN 4 Jombang Meriahkan Tradisi Kirab dan Gerebek Apem
Suwarno pun mengungkapkan rasa syukurnya karena setiap tahun menjelang Ramadan selalu menjadi momen penuh rezeki bagi petani bunga.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya membawa keberkahan secara spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para petani kembang mawar di Jombang.Β (st2/ag)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





