LINGKARWILIS.COM – Jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, akhirnya selesai dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Jembatan baru ini merupakan tipe jembatan bailey, yang diperkirakan lebih tahan lama dibandingkan dengan jembatan sebelumnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Robinson Nadeak menjelaskan bahwa jembatan ini merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Kalidawir dan Desa Karangtalun. Jembatan ini sering digunakan oleh warga kedua desa tersebut.
Jembatan yang lama roboh pada Kamis, 14 Maret 2024, akibat banjir deras yang melanda sungai di bawahnya. Kekuatan aliran air yang besar menyebabkan pondasi jembatan tidak mampu menahan beban, sehingga jembatan menjadi miring dan akhirnya roboh.
“Peristiwa ini terjadi bulan Maret lalu ketika aliran sungai sangat kuat, menyebabkan jembatan lama miring dan roboh,” jelas Robinson Nadeak pada Selasa, 20 Agustus 2024.
Pasca kejadian, Robinson melaporkan keruntuhan jembatan kepada Pj Bupati Tulungagung yang merespons dengan cepat. Pj Bupati kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk melakukan perbaikan.
Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur setuju untuk mengganti jembatan yang lama dengan yang baru. Proses pengerjaan jembatan selesai pada awal Agustus 2024, dan rencananya akan diresmikan oleh Pj Gubernur Jawa Timur dalam waktu dekat.
“Proyek jembatan ini telah selesai pada 1 Agustus 2024, dan akan segera diresmikan oleh Pj Gubernur Jawa Timur,” ungkap Robinson.
Jembatan baru ini dibangun menggunakan konstruksi baja, atau jembatan bailey, yang dianggap lebih kuat dibandingkan jembatan sebelumnya. Jembatan ini juga dirancang agar kendaraan roda dua dapat melintas dari kedua sisi secara bersamaan.
Meskipun merupakan jembatan bailey, jembatan ini akan ditempatkan secara permanen di Kecamatan Kalidawir dan tidak akan dipindahkan.
Robinson menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hibah dari Provinsi Jawa Timur, mencakup penganggaran dan pengerjaan, dan setelah selesai akan diserahkan kepada Kabupaten Tulungagung.
“Jembatan ini lebih lebar dibandingkan yang lama, dan seluruh proses anggaran serta pembangunan dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga sebelum akhirnya dihibahkan kepada Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.





