LINGKARWILIS.COM – Sebuah jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter di Desa Suwaru, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung dilaporkan ambles dan mengakibatkan akses warga terputus. Akibatnya, masyarakat setempat kini harus memutar sejauh sekitar satu kilometer untuk melanjutkan aktivitas harian mereka.
Peristiwa amblesnya jembatan tersebut terjadi pada Rabu (11/6/2025), Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengungkapkan bahwa longsor yang menimpa talut jembatan menjadi penyebab utama putusnya jembatan yang selama ini menjadi penghubung antarwarga di salah satu RT di desa tersebut.
Kejadian ini baru dilaporkan warga sekitar pukul 15.00 WIB dan segera ditindaklanjuti oleh tim BPBD yang datang ke lokasi untuk melakukan asesmen awal terhadap kerusakan.
“Kerusakan itu dikarenakan terjadi hujan deras selama beberapa hari terakhir hingga membuat talut pada jembatan suwaru terkikis dan longsor, sehingga ujung jembatan sisi barat roboh,” kata Gilang, Kamis (12/6/2025).
Pemkot Batu Sambut Hangat Kolaborasi Bersama Koranmemo Group, Siap Dukung Program Mbatu SAE!
Menurut Gilang, kerusakan pada jembatan Suwaru sebenarnya telah berlangsung cukup lama, terutama di bagian talut yang mulai retak sekitar satu tahun terakhir tetapi hingga kejadian longsor kemarin, belum ada upaya perbaikan berarti yang dilakukan.
Saat ini, jembatan tersebut telah ditutup oleh warga demi keselamatan, dan jalur alternatif menjadi satu-satunya pilihan untuk mobilitas harian warga. Meski demikian, Gilang memastikan bahwa jembatan tersebut bukan merupakan jalur vital karena masih tersedia akses lain.
“Retaknya talut pada jembatan suwaru itu terjadi kemungkinan kurang lebih selama satu tahun terakhir, sehingga sekarang sudah tertutup total. Namun itu bukan akses vital bagi warga disana, karena masih ada jalur lain,” ungkapnya.
BPBD Tulungagung kini masih melakukan asesmen untuk menilai tingkat kerusakan dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, guna menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kami belum tahu apakah dari hasil asesmen nanti bisa diusulkan perbaikan, karena penanganan kerusakan jembatan itu merupakan ranah instansi lain dan kami harus bicarakan dulu soal itu,” pungkas Gilang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.





