KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Inovasi selalu membuka peluang bagi mereka yang kreatif dalam berwirausaha. Hal ini dibuktikan oleh Ny Siti Fatimah (50), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, yang sukses memproduksi jeruk nipis peras (Jeniper).
Melimpahnya hasil panen jeruk nipis di daerah Ngancar menginspirasi Siti Fatimah untuk mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Sayang kalau tidak dimanfaatkan, karena jeruk nipis sangat banyak di sini. Dari situ, kami mulai produksi dan memperbanyaknya,” jelasnya.
Baca juga : Hujan Deras, Wisata Kuliner di Kediri Tetap Dibanjiri Pengunjung dari Luar Kota
Minuman Jeniper buatannya dijual dalam kemasan botol 150 ml dengan harga Rp 5.000. Sementara untuk pembelian satu kantong plastik berisi 9 botol, konsumen bisa mendapatkannya seharga Rp 50.000. Produk ini memiliki daya tahan hingga 6 bulan, dan dipasarkan dengan brand Ina Puteri.
Menurut Siti Fatimah, Jeniper paling banyak diminati oleh kaum ibu dari berbagai usia. Produksi minuman ini telah berjalan sejak 2022, melengkapi deretan produknya sebelumnya seperti sambal nanas, sambal rujak manis, sari nanas, sari belimbing wuluh, dan sari mangga podang.
“Kami menjual di berbagai wilayah Kediri dan menerima pesanan dari luar daerah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga luar Pulau Jawa. Ini karena jaringan pertemanan yang luas,” imbuhnya.
Baca juga : Lalu Lintas di Hari Kedua Lebaran di Kota Kediri Lancar, Didominasi Kendaraan Luar Kota
Produk-produk Ina Puteri telah melalui proses kurasi oleh kurator ternama di Kediri. Bahkan, sebagian produk sudah dipasarkan di Bandara Dhoho Kediri, memperluas jangkauan pasar dan memperkuat eksistensinya sebagai produk lokal unggulan.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin





