Batu, LINGKARWILIS.COM – Pemandangan kabel listrik dan internet yang menjuntai semrawut di sejumlah jalan utama Kota Batu kerap menjadi sorotan wisatawan. Bukan kemacetan atau jalan rusak, melainkan tiang listrik yang dipenuhi kabel kusut hingga tampak tidak terurus.
Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan predikat Kota Batu sebagai destinasi wisata. Selain merusak estetika, kabel yang menumpuk dan saling lilit juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Beberapa titik terparah terlihat di kawasan protokol, seperti Jalan Sultan Agung, area ruko sekitar Alun-Alun, perempatan Klenteng Eng An Kiong di Jalan Gajah Mada, hingga sepanjang Jalan Ahmad Yani. Kabel-kabel yang berseliweran itu seakan tak memiliki pengelola.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengakui persoalan tersebut. Ia menyebut keberadaan kabel semrawut tidak hanya mengganggu pandangan wisatawan, tetapi juga menurunkan kualitas tata kota. Sebagai langkah perbaikan, Pemkot Batu menyiapkan skema ducting, yaitu memindahkan kabel ke jalur bawah tanah.
Baca juga : Polisi Amankan Puluhan Tersangka Kerusuhan di Pemkab dan DPRD Kediri, Termasuk Anak di Bawah Umur
“Untuk tahap awal, kami akan berkoordinasi dengan PLN dan Telkom Malang. Penataan akan dilakukan sesuai master plan kawasan,” kata Nurochman, Selasa (2/9).
Ia menegaskan, kawasan Alun-Alun serta jalan protokol yang menjadi etalase wisata akan diprioritaskan. Nurochman juga menduga sebagian kabel yang menggantung bukan milik PLN maupun Telkom, melainkan provider ilegal yang menumpang jalur.
“Hal ini akan kami telusuri. Bisa jadi ada penyedia layanan tanpa izin yang memasang kabel sembarangan,” ujarnya.
Rencana penataan kabel akan mulai dijalankan pada 2026, meski upaya perapian dilakukan bertahap. “Kota Batu harus tetap terjaga keindahannya. Sebagai kota wisata, jangan sampai wisatawan disuguhi pemandangan kabel kusut,” imbuhnya.
Baca juga : Benda Purbakala di Kabupaten Kediri Dievakuasi ke Tempat Lebih Aman
Sementara itu, Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Meski belum ada komunikasi intens dengan Pemkot, pihaknya membuka kemungkinan beralih dari kabel udara ke sistem ducting.
“Kalau detail jalurnya akan kami sesuaikan dengan arahan pemerintah daerah. Soal biaya, kemungkinan ditanggung oleh pelanggan atau pemilik kabel,” jelas Agung.
Skema ducting sendiri telah diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia. Meski menelan biaya besar, sistem ini terbukti mampu menampilkan wajah kota lebih rapi, aman, dan modern.
Warga pun berharap program ini segera terealisasi. “Kalau lihat kabel di sekitar Alun-Alun, rasanya ruwet sekali seperti mie instan. Padahal itu lokasi favorit wisatawan. Kalau bisa cepat ditata, lebih bagus,” kata Arifin, warga Jalan Ahmad Yani.
Kini, keputusan ada di tangan Pemkot Batu bersama PLN dan Telkom. Jika benar terlaksana, wajah Kota Batu akan tampil lebih tertata dan indah.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





