LINGKARWILIS.COM – Dalam sepuluh bulan terakhir, jumlah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2024 tercatat meningkat dibandingkan tahun 2023.
Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso menjelaskan sejak awal Januari 2024 telah terjadi 93 peristiwa kebakaran di Tulungagung dan jumlah tersebut melebihi total kebakaran yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Ia juga menjelaskan peningkatan jumlah kebakaran pada tahun 2024 hampir mencapai 100 persen. Pada September lalu, jumlah kebakaran hampir menyamai total kebakaran sepanjang tahun 2023, dengan 83 kasus.
Menurut Bambang pada tahun lalu, tercatat sekitar 83 kasus kebakaran sedangkan hingga Oktober 2024, total kebakaran sudah mencapai 93 kasus.
Tulungagung Hadapi Peningkatan Kawasan Kumuh di Tahun 2024, Upaya Pemerintah Daerah dan Pusat
Hal ini menjadikan tahun ini sebagai yang paling banyak terjadi kebakaran di Tulungagung dalam lima tahun terakhir, dan dengan sisa dua bulan di tahun ini, masih ada kemungkinan penambahan kasus kebakaran.
Mayoritas kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor atau tungku, membakar sampah sembarangan, atau korsleting listrik. Bahkan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan kehutanan, juga sering menjadi penyebab kebakaran.
Bambang menjelaskan bahwa saat ini masih musim kemarau panjang, sehingga risiko kebakaran meningkat, terutama jika masyarakat membuang sampah atau puntung rokok sembarangan di area terbuka.
Setelah Hilang Terseret Ombak, Jenazah Pelajar Kampung Inggris Ditemukan di Perairan Tulungagung
Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bambang menyebutkan bahwa ada sekitar tujuh kasus karhutla yang dilaporkan ke petugas Damkar Tulungagung, yang sebagian besar juga disebabkan oleh kelalaian manusia.
Bambang menekankan bahwa karhutla di Tulungagung tidak terjadi secara alami akibat panas matahari, melainkan karena kelalaian manusia atau pembakaran untuk membuka lahan. Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kebakaran, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat.


