Kediri, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kediri membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Selain mendukung peningkatan gizi siswa penerima manfaat, keberadaan SPPG juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga.
Menurut tokoh muda sekaligus pengusaha asal Kediri, Shirojudin, satu unit SPPG bahkan dapat mempekerjakan hingga 30 orang karena adanya pembagian tugas di berbagai bidang. Kondisi ini tentu membantu mengurangi angka pengangguran di lingkungan sekitar lokasi SPPG.
Namun, Shirojudin menekankan pentingnya peningkatan kompetensi para pekerja sebelum SPPG beroperasi penuh. Ia menyarankan agar tenaga kerja dilibatkan dalam kegiatan studi tiru ke daerah yang telah memiliki SPPG berstandar serta mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Baca juga : Kodim 0809 Kediri Dapat Kejutan dari Polri di Momen HUT TNI ke-80
“Pendampingan dari ahli gizi juga diperlukan untuk memastikan kualitas bahan pangan, kebersihan lingkungan kerja, serta wadah makan. Ini sangat penting agar terhindar dari risiko keracunan makanan bagi siswa penerima manfaat MBG,” jelasnya.
Lebih lanjut, Shirojudin menilai program MBG dan SPPG akan semakin optimal jika melibatkan bahan pangan lokal yang segar dan bermutu tinggi. Sinergi dengan pemasok lokal berpengalaman dinilai dapat memperkuat rantai pasok dan meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah sekitar.
“Dengan kolaborasi yang baik antara SPPG, pemasok lokal, dan masyarakat, program ini tidak hanya meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. ***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






