Blitar, LINGKARWILIS.COM – Upaya percepatan imunisasi campak terus digencarkan di Kota Blitar. Sejak dimulai awal April 2026, capaian imunisasi untuk anak usia 9 hingga 95 bulan telah menembus angka 90 persen dari target 95 persen.
Pemegang Program Imunisasi Puskesmas Sananwetan, Fitri Aidawati, menyebut jumlah sasaran imunisasi di Kota Blitar mencapai lebih dari 800 anak. Rinciannya, sekitar 400 anak berada di Kecamatan Kepanjenkidul, 265 anak di Sananwetan, dan sisanya tersebar di Kecamatan Sukorejo.

“Progres sejak April cukup baik. Target kami pada Mei ini bisa tuntas dengan capaian minimal 95 persen,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Untuk mengejar target tersebut, strategi jemput bola diterapkan. Selain pelayanan di puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu), petugas juga turun langsung ke sekolah-sekolah, khususnya yang memiliki sasaran lebih dari 20 anak.
Baca juga : Peringati Hari Otonomi Daerah, Wali Kota Kediri : Momentum Meningkatkan Semangat Melayani Masyarakat
Sementara itu, bagi sekolah dengan jumlah sasaran di bawah 20 anak, orang tua diminta membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami mendatangi sekolah karena jumlah sasaran cukup banyak, sehingga lebih efektif,” jelas Fitri.
Ia menegaskan, imunisasi campak menjadi perhatian serius karena merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesehatan anak. Hingga saat ini, di tahun 2026 belum ditemukan kasus campak di Kota Blitar.
Meski demikian, sosialisasi terus diperkuat untuk mengedukasi masyarakat, terutama orang tua, agar tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak.
Baca juga : BRI Kediri Dorong Pengembangan Peternak Sapi Perah di Lereng Gunung Kelud
“Jangan sampai ada ketakutan terhadap imunisasi. Ini penting untuk melindungi anak dari penyakit,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





