PADANG PARIAMAN, LINGKARWILIS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau langsung kerusakan infrastruktur akibat bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Kamis (8/5).
Dilansir dari laman BNPB, tinjauan dimulai dari ruas jalan dan jembatan Sikuliek di Kecamatan Batang Anai. Di lokasi tersebut, Suharyanto menyoroti kerusakan yang telah berlangsung selama empat tahun dan mengganggu mobilitas warga karena hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
“Kondisinya sudah cukup lama rusak, dan jelas menghambat aktivitas masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa BNPB akan mengupayakan perbaikan melalui skema anggaran hibah rehabilitasi dan rekonstruksi, menunggu pengajuan proposal dari pemerintah daerah. Targetnya, perbaikan bisa dimulai awal 2026.
Baca juga : Geger !! Warga Kandat Ditemukan Meninggal di Depan Pos Jaga Gudang UD Dwi Jaya Kediri
Didampingi Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, Suharyanto juga meninjau Jembatan Sikabu di Kecamatan Lubuk Alung. Jembatan ini sebelumnya telah dibangun kembali menggunakan dana rehabilitasi BNPB pada 2020, namun kembali rusak akibat bencana pada 2023.
“Sebagian jembatan tidak bisa digunakan lagi. Kita akan bahas bersama agar bisa segera dicari solusi terbaik,” tegasnya.
Suharyanto menekankan bahwa meskipun bencana telah berlalu, BNPB tetap dapat memberikan bantuan dalam fase pascabencana melalui mekanisme hibah rehabilitasi dan rekonstruksi. Proposal dari pemerintah daerah akan menjadi dasar pengajuan anggaran ke Kementerian Keuangan.
Baca juga : Kelurahan Burengan Tegaskan Komitmen Layanan Prima, Dukung Visi Wali Kota Kediri
“Ini adalah bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap daerah yang terbatas secara anggaran,” tutupnya.***
Editor : Hadiyin





