KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Meski sempat terjadi kerusuhan besar di akhir Agustus, stok bahan pangan pokok di Kabupaten Kediri dipastikan aman dan mencukupi.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri terus melakukan pemantauan di pasar, penggilingan padi, hingga distributor, untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih melalui Kabid Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan, Arbai, memaparkan bahwa produksi dan stok berbagai komoditas strategis masih surplus dibanding kebutuhan.
Baca juga : Pengamanan Balaikota Kediri dan Aset Pemerintah Diperketat
Untuk beras, produksi September diperkirakan 4.058,1 ton dengan stok mencapai 36.870,1 ton, sementara kebutuhan hanya 9.946,5 ton, sehingga terdapat surplus 26.923,6 ton.
Komoditas lain juga menunjukkan ketersediaan yang aman, di antaranya:
-
Jagung: produksi 23.423,4 ton, kebutuhan 19.931,2 ton, surplus 10.492,2 ton.
-
Bawang merah: tersedia 838,6 ton, kebutuhan 387,2 ton, surplus 450,9 ton.
-
Cabai merah: tersedia 206,0 ton, kebutuhan 188,3 ton, surplus 17,7 ton.
-
Cabai rawit: tersedia 10.390,0 ton, kebutuhan 275,5 ton, surplus 10.114,5 ton.
-
Minyak goreng: tersedia 2.150,9 ton, kebutuhan 1.821,2 ton, surplus 329,8 ton.
-
Bawang putih: tersedia 300,6 ton, kebutuhan 250,6 ton, surplus 50 ton.
-
Daging sapi: tersedia 305,7 ton,***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





