Blitar, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak lima posisi penting di lingkungan Pemerintah Kota Blitar hingga awal Agustus 2025 belum terisi. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyebut pengisian jabatan eselon II tersebut masih menunggu koordinasi dan restu dari pemerintah pusat.
Meski sejumlah posisi strategis masih kosong, Wali Kota memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal. Untuk sementara, posisi-posisi tersebut dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses seleksi terbuka atau lelang jabatan sesuai regulasi.
“Pengisian jabatan harus melalui mekanisme yang tepat. Ada tahapan seleksi terbuka, dan tentu harus mendapat persetujuan dari pemerintah pusat,” ujar Syauqul, Senin (4/8/2025).
Baca juga : Warga Pojok Datangi Kejari Kediri, Pertanyakan Penyaluran Dana Dampak TPA
Salah satu jabatan yang belum terisi adalah Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Setelah ditinggalkan oleh dr. M. Muchlis, posisi tersebut untuk sementara diisi oleh dr. Bernard Theodore Ratulangi, Sp.PK sebagai Plt. Penunjukan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Karena sifatnya pelayanan publik, maka penunjukan Plt dilakukan segera agar tidak mengganggu operasional rumah sakit,” imbuhnya.
Selain kursi direktur RSUD, empat jabatan eselon II lain yang belum terisi adalah dua posisi staf ahli, Kepala Dinas Perpustakaan, dan Asisten Wali Kota Bidang Administrasi Pembangunan. Kelima jabatan ini tergolong posisi penting dan berpengaruh dalam struktur pemerintahan daerah.
Baca juga : Dua Saksi Dihadirkan dalam Sidang Sengketa Tanah Warisan di PN Kota Kediri
Ketika ditanya soal rencana rotasi atau mutasi pejabat, Wali Kota belum memberikan kepastian waktu pelaksanaan. Ia hanya menegaskan bahwa Pemkot masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
“Semua masih dalam proses. Begitu ada kejelasan dan waktu yang tepat, tentu akan segera diisi pejabat definitif,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





