Masuk Pertengahan Maret, Petani di Ponorogo Sudah Mulai Panen Raya Padi

Petani di Ponorogo Sudah Mulai Panen Raya PadiPuluhan ribuan hektar sawah di Ponorogo memasuki masa panen raya (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Memasuki pertengahan bulan Maret, sejumlah petani di Ponorogo sudah memulai panen raya padi. Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) memperkirakan bahwa pada musim panen pertama ini, produktivitas padi dapat mencapai 86.660 ton dari luas lahan pertanian seluas 12.380 hektar.

Kabid Tanaman dan Hortikultura dari Dipertahankan, Tri Budi Widodo, mengungkapkan bahwa puncak musim panen pertama di Ponorogo tahun ini diprediksi terjadi antara bulan Maret hingga April mendatang.

“Rata-rata hasil panen per hektar diperkirakan mencapai 7 ton, dan diperkirakan akan ada tambahan sekitar 10-15 ribu hektar tambahan pada bulan April,” ujar Tri Budi Widodo, Kamis (14/3/2024).

Baca juga : Pohon Trembesi di Jalur Kediri-Blitar di Kelurahan Blabak Kota Kediri Tumbang, Lalu-lintas Macet Lama

Tri Budi Widodo menjelaskan bahwa dalam satu tahun, terdapat tiga kali puncak panen padi di Ponorogo. Pertama pada bulan Maret hingga April, kedua pada bulan Juli hingga Agustus, dan ketiga pada bulan November hingga Desember.

Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa tidak jarang terjadi panen di luar puncak tersebut, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

“Wilayah selatan sudah memasuki musim panen pada bulan Maret ini. Pada bulan Januari, ada sekitar 2.726 hektar panen, di Februari ada 1.324 hektar,” tambahnya.

Dipertahankan menargetkan bahwa dalam satu tahun, sebanyak 34.801 hektar lahan di Ponorogo dapat menghasilkan 730.821 ton beras.

Hal ini didukung oleh instalasi pengairan dari Waduk Bendi di Kecamatan Sawoo, Telaga Ngebel di Kecamatan Ngebel, dan Bendungan Sungkur di Kecamatan Jambon.

Selain itu, sebagian besar persawahan juga telah dilengkapi dengan aliran listrik untuk mengoperasikan pompa air, serta alat sistem pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan kualitas produksi padi.

“Semua ini merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas hasil panen di Ponorogo,” pungkasnya.***

Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin

 

Leave a Reply