BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Aksi nekat sekelompok pemuda di Dusun Maron, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, yang mencoba menangkap ikan menggunakan campuran bahan kimia, berujung musibah.
Seorang pemuda dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Brantas, Senin (7/4/2025) siang.
Korban diketahui bernama Safrian Adinata (20), warga setempat yang ikut dalam kegiatan nglanet, yakni teknik menangkap ikan dengan menggunakan umpan yang dicampur obat kimia agar ikan mabuk dan mengambang.
Baca juga : Ribuan Ketupat Gratis di Kampung Cokelat Blitar Ludes dalam 15 Menit
Menurut Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di aliran Sungai Brantas wilayah Dusun Maron. Saat itu, korban bersama tujuh rekannya membagi tugas, ada yang meracik, melempar, hingga menangkap ikan yang mabuk. Safrian sendiri bertugas menangkap ikan yang mengapung setelah terkena bahan kimia.
“Awalnya berjalan lancar, namun saat menyebrang sungai dari utara ke selatan, korban kelelahan dan tiba-tiba berteriak meminta tolong. Ia sempat melambaikan tangan, tapi arus deras menyeretnya ke dasar sungai,” jelas Samsul, Selasa (8/4/2025).
Upaya pertolongan dari rekan-rekannya tak berhasil, hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwenang. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Baca juga : Kapolres Kediri Kota dan Forkopimda Hadiri Panen Raya Serentak Dipimpin Presiden Prabowo
Saat kejadian, korban diketahui tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek hitam. Ia juga memiliki ciri khusus berupa tidak adanya jari tengah kaki kanan akibat kecelakaan sebelumnya.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tim penyelamat dari wilayah Tulungagung dan Kediri untuk memperluas pencarian.
“Pencarian masih terus dilakukan hingga hari ini,” pungkas Samsul.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





