Daerah  

Mulai Intensifkan Penggunaan ETLE, Satlantas Polres Ponorogo Catat Ada 890 Pelanggar Lalu Lintas dalam 1 Bulan

Satlantas Polres Ponorogo, Mulai Intensifkan Penggunaan ETLE
Satlantas Polres Ponorogo, Mulai Intensifkan Penggunaan ETLE

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Satlantas Polres Ponorogo mencatat selama bulan Juni 2024, sedikitnya ada 890 pelanggaran yang terekam kamera tilang elektronik atau ETLE yang terpasang di lampu merah perempatan Tambakbayan, Kelurahan Tambakbayan.

Hal tersebut diungkapkan Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Hani Rahman. Menurutnya ratusan pelanggaran yang terekam kamera ETLE tersebut hampir semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

banner 400x130

“Rata rata roda empat itu tidak menggunakan sabuk dan bermain hp saat berkendara, kalau roda dua tidak pakai helm, melanggar marka serta spek kendaraan tidak komplit,” ungkap Ipda Hani Rahman, Kamis (11/7/2024).

Baca juga :  DPMPTSP Kabupaten Kediri Permudah Perizinan Usaha Secara On Line, Berharap  UMKM Terus Bertumbuh

Hani menjelaskan dari 890 pengendara yang terekam melakukan pelanggaran, saat ini baru 84 orang yang sudah melakukan konfirmasi kepada Unit Tilang Satlantas Polres Ponorogo. Sedangkan sisanya masih proses pengiriman berkas tilang dan menunggu konfirmasi dari pengendara.

“890 itu pelanggar semua, 84 yang sudah konfirmasi. Kalau sudah mendapatkan surat dan tidak konfirmasi nanti dalam jangka waktu tertentu kita teruskan ke Samsat untuk dilakukan pemblokiran kendaraan,” Imbuhnya.

Pihaknya menegaskan jika pemblokiran kendaraan tersebut nantinya berdampak pada saat melakukan pembayaran pajak.

Baca juga : Lomba Mewarnai Ramaikan Peringatan Tahun Baru Islam 1446 H di Masjid Agung Kota Kediri

Bagi pengendara yang melanggar dan tidak konfirmasi akan diminta membuka blokir Unit Tilang sebelum melakukan pembayaran pajak kendaraan.

“Memang prosesnya seperti itu, jadi diharapkan pengendara agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas,” tegasnya.

Hani menjelaskan pemilihan lokasi pemasangan ETLE di lampu merah perempatan Tambak Bayan, karena jalan tersebut dianggap menjadi satu pintu masuk kota Ponorogo. Selain itu, ruas jalan Trunojoyo tersebut juga kerap terjadi kepadatan arus lalu lintas yang akan masuk ke wilayah Kota.

“Sebenarnya sudah terpasang sejak Desember tahun lalu, diteruskan uji coba dan bulan Juni sudah mulai efektif penggunaannya,” jelas Hani.

Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama dan juga selalu menggunakan etika dalam berkendara.

“Karena keselamatan berkendara dimulai dari diri kita sendiri,” tandasnya.***

Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *