TRENGGALEK, LINGKARWILIS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) VI di Gedung Bhawarasa, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini mendapat sorotan karena dinilai mampu menyelaraskan arah organisasi dengan agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menuju visi besar “Trenggalek Kota Atraktif”.
Kehadiran Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Trenggalek, Sunyoto, mewakili pemerintah daerah, menjadi penegasan dukungan atas peran LDII dalam pembangunan. Ia menyampaikan apresiasi atas tema Musda VI, yakni Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia, yang dinilainya sejalan dengan kebutuhan daerah ke depan.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan kesiapan LDII untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan Trenggalek Kota Atraktif. Potensi LDII sangat besar, tidak hanya di ranah keagamaan, tetapi juga di sektor ekonomi, pendidikan, dan bidang strategis lainnya,” kata Sunyoto.
Baca juga : Terungkap Motif Pembunuhan Mertua di Blitar, Menantu Perempuan Sakit Hati Usai Diusir
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Trenggalek itu menegaskan, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mendorong partisipasi publik. Ia menambahkan, Bakesbangpol siap memfasilitasi kolaborasi melalui berbagai mekanisme kelembagaan yang tersedia.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, memberikan apresiasi terhadap kinerja kepengurusan DPD LDII Trenggalek selama periode berjalan. Menurutnya, sinergi yang terbangun dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga.
“Relasi vertikal dengan Pemkab dan Forkopimda berjalan baik. Hubungan horizontal dengan NU, Muhammadiyah, Kemenag, dan MUI juga terjaga harmonis. Ini menjadi catatan positif bagi LDII Trenggalek,” ujarnya.
KH Amrodji juga mengingatkan pentingnya menjaga keselarasan antara peran ormas dan kebijakan pemerintah. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah kapal besar yang harus dijaga bersama agar tetap berlayar dengan aman.
Baca juga : Hadapi Bali United, Pelatih Persik Kediri Tekankan Kewaspadaan Pemain
“Tidak boleh ada langkah yang saling berseberangan. Jika suasana daerah tetap kondusif, maka seluruh aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ibadah, dapat berlangsung dengan nyaman dan produktif,” tambahnya.
Sebagai arahan strategis, KH Amrodji mendorong agar setiap pelaksanaan Musda LDII disertai dengan Dialog Kebangsaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta meneguhkan komitmen warga LDII sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Musda VI DPD LDII Trenggalek diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga semakin menegaskan posisi LDII sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dari Bumi Menak Sopal.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





