Terungkap Motif Pembunuhan Mertua di Blitar, Menantu Perempuan Sakit Hati Usai Diusir

Terungkap Motif Pembunuhan Mertua di Blitar, Menantu Perempuan Sakit Hati Usai Diusir
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo saat memimpin rilis pada Selasa petang. (aziz)

BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Kepolisian mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan seorang menantu perempuan terhadap mertuanya di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena diliputi rasa sakit hati setelah kerap terlibat pertengkaran dan akhirnya diusir dari rumah.

Pelaku berinisial NV (21), warga asal Tangerang, Banten, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik merampungkan serangkaian pemeriksaan. NV sempat melarikan diri ke Tulungagung usai kejadian, sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, hubungan antara tersangka dan korban yang merupakan nenek berusia 70 tahun memang kerap diwarnai konflik sejak pernikahan NV dengan anak korban. Ketidakharmonisan itu terus berlanjut meski tersangka telah memiliki seorang anak berusia satu tahun.

“Motifnya karena korban sering mencaci maki tersangka. Puncaknya, tersangka diusir dari rumah sehingga memicu kemarahan,” ujar AKBP Kalfaris, Selasa sore (27/1/2026).

Baca juga : Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem, DLH Kabupaten Kediri Petakan Jalur Pohon Rawan Tumbang

Ia menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula dari adu mulut antara korban dan tersangka pada Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam pertengkaran itu, korban disebut sempat mengacungkan gergaji ke arah tersangka. Cekcok kemudian berujung pada kekerasan fisik.

Korban yang sudah lanjut usia didorong hingga terjatuh ke atas kasur dan dicekik. Meski sempat berusaha melawan, kondisi fisik korban membuatnya tak berdaya. Dalam kondisi emosi memuncak, tersangka mencekik leher korban dan kemudian menusuk bagian leher kanan menggunakan gunting yang berada di dekat kasur.

“Tusukan dilakukan sebanyak tiga kali di leher. Meski korban sudah bersimbah darah, tersangka masih menusuk bagian perut depan sebanyak dua kali,” jelasnya.

Usai melakukan aksi tersebut, tersangka melarikan diri dengan membawa anaknya. Saat kejadian, di dalam rumah hanya terdapat korban dan tersangka, sementara suami tersangka sedang berada di luar rumah.

Kasus ini terungkap setelah suami tersangka pulang dan mendapati ibunya tergeletak bersimbah darah. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Baca juga : Disperdagin Kota Kediri Petakan Sarana Distribusi Perdagangan di Pasar Campurejo, Ini Infonya

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Gandekan digegerkan oleh kasus pembunuhan yang terjadi pada Senin malam (26/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di rumah korban. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mendapati korban SP (70) sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan di leher.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Sementara itu, polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui kabur ke arah Tulungagung. Berkat koordinasi dengan Polres Tulungagung, tersangka berhasil ditangkap sekitar 2,5 jam kemudian di salah satu penginapan dan langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *