Sumber PAD Pasar Wates berasal dari berbagai sektor, di antaranya retribusi pasar yang mencakup kios, stand, lapak-lapak, serta parkir, dengan total pemasukan Rp 168 juta pada 2024. Selain itu, retribusi sampah menyumbang Rp 200 juta. Saat ini, jumlah pedagang yang beraktivitas di pasar mencapai 400 orang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa total lapak dan los di pasar ini mencapai 450 unit. Ditambah dengan pedagang UMKM dan kuliner malam yang berjumlah sekitar 100 orang, total pedagang di Pasar Wates mencapai 500 orang.
Baca juga : Mahasiswa KKN UNP Kediri Serahkan Tempat Sampah dan Pasang Sapta Pesona di Sumber Bulus, Kelurahan Tosaren
“Dengan berbagai inovasi terbaru, kami optimis target PAD Pasar Wates tahun 2025 bisa tercapai Rp 700 juta. Peningkatan PAD di tahun 2024 menjadi pijakan untuk pengelolaan yang lebih baik. Saat ini, sistem e-parking juga sudah diterapkan di Pasar Wates,” ujarnya.
Tutik menambahkan, dalam Perda lama, retribusi lapak dihitung berdasarkan luas dengan tarif Rp 500 per hari. Sementara dalam Perda baru, lapak berukuran 3 x 2 meter dikenakan retribusi Rp 3.000 per hari bagi pedagang yang berjualan, sedangkan yang tidak berjualan tidak dikenakan retribusi.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin