Pasar Semen, Parkir Semrawut, Retribusi Tidak Jelas, Kepala Pasar Kosong, Ditambah Lagi Paguyuban Pedagang Tidak Aktif 

Pasar Semen, Parkir Semrawut, Retribusi Tidak Jelas, Kepala Pasar Kosong, Ditambah Lagi Paguyuban Pedagang Tidak AktifImam Suhadi, Katua Paguyuban pedagang Semen
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kondisi Pasar Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri dipastikan tidak sehat. Sebab paguyuban pedagang pasar yang menjadi wadah komunikasi antara pedagang dan pengelola pasar tidak aktif.
Tidak aktifnya paguyuban pedagang ini dikarenakan dibekukan sendiri oleh pengurus paguyuban menyusul kekecewaan pengurus pada pengelola pasar yang amburadul.
Untuk diketahui, Pasar Semen sebagai pasar desa tidak mempunyai kepala pasar. Posisi kepala pasar kosong dibiarkan kosong. Dikabarkan pengelolaan pasar langsung dikendalikan oleh Kades Semen Mat Hasyim.
Ketua  Paguyuban Pedagang Pasar Semen, Imam Suhadi menjelaskan, pengelolaan pasar dibilang amburadul salah satunya karena penarikan sewa lapak atau retribusi pada pedagang tidak maksimal.
Lantas, pengurus paguyuban diminta ikut terlibat langsung dalam urusan penarikan sewa lapak dan retribusi meski sebenarnya itu adalah tugas pengelola pasar.
“tidak maksimalnya retribusi atau sewa lapak tahunan ini karena pedagang selama ini tidak diperhatikan dari sisi fasilitas, juga keluhan pedagang tidak pernah diperhatikan. Karena itulah kami dari paguyuban juga kesulitan”jelas Imam, Sabtu (30/12/2023).
Imam mengaku tidak terima ketika paguyuban dianggap sebagai petugas pasar mengingat saat itu tugasnya hanya membantu pengelola pasar.
“daripada nanti ada kesalahpahaman, akhirnya kami kembalikan ke pemerintah desa, kami sudah lepas tangan,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pengelola Pasar Semen Rizky, saat dihubungi jurnalis Lingkarwilis.com via telepon tidak mau menjawab meski nada berdering.
Sebelumnya, diberitakan bahwa pengelolaan Pasar Semen kini tidak jelas. Jumlah pendapatan dari retribusi pedagang, setornya kemana dan jumlahnya berapa juga tidak jelas. Pengelola pasar saat ditanya tidak mau menjawab dan mengarahkan Jurnalis lingkarwilis.com untuk langsung bertanya pada pegawai di kantor desa. Padahal pengelolaan pasar dan pemerintah desa sudah beda.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply