Jombang, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, pada akhir Agustus 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah dengan panitia lokal terus diperkuat agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Pemkab telah membentuk tim khusus untuk berkoordinasi dengan panitia lokal. Harapannya, berbagai kebutuhan yang masih menjadi kendala bisa segera difasilitasi,” ujar Agus Purnomo, Jumat (24/7/2026). Menurut Agus, sejumlah aspek yang menjadi prioritas meliputi perbaikan akses jalan, penerangan jalan umum, penyediaan toilet portabel, layanan kesehatan, hingga pelebaran pintu masuk menuju lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, pendanaan untuk berbagai kebutuhan tersebut tidak berasal dari anggaran khusus, melainkan menggunakan anggaran yang telah tersedia di masing-masing OPD. Hal itu karena penetapan Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU dilakukan setelah proses penyusunan anggaran daerah selesai. “Anggarannya berada di masing-masing OPD.
Karena penetapan Muktamar dilakukan setelah penyusunan anggaran, maka kami memanfaatkan anggaran yang sudah tersedia sesuai kewenangan OPD,” jelasnya. Meski demikian, Agus menegaskan seluruh fasilitas pendukung ditargetkan sudah siap sebelum pelaksanaan muktamar dimulai. “Semakin cepat selesai semakin baik. Saat hari pelaksanaan nanti seluruh kebutuhan harus sudah siap,” tegasnya.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Jombang juga mulai menyusun rekayasa lalu lintas bersama TNI, Polri, dan Satlantas Polres Jombang guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung. Skema pengaturan arus lalu lintas nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat. Di bidang kesehatan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, RSUD Jombang, dan RSUD Ploso untuk menyiapkan layanan medis bagi peserta Muktamar NU yang membutuhkan penanganan.
Terkait kemungkinan pemberian fasilitas layanan kesehatan bagi peserta yang sakit, Agus menyebut mekanisme teknis masih akan dibahas lebih lanjut agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Selama dapat difasilitasi dan tidak bertentangan dengan aturan, tentu akan kami upayakan,” ujarnya.
Baca juga : Tabrakan Truk dan Sepeda Motor di Kediri, Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian
Agus juga menegaskan tidak ada alokasi anggaran hibah khusus untuk penyelenggaraan Muktamar NU ke-35. Seluruh dukungan pemerintah daerah akan diberikan melalui program dan anggaran OPD sesuai tugas pokok dan fungsinya.
“Yang terpenting, ketika ada kebutuhan dari panitia lokal yang bisa difasilitasi oleh OPD, maka akan segera kami bantu. Tidak ada anggaran hibah khusus untuk muktamar ini,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor :Hadiyin





