Daerah  

Pemkot Kediri Adakan Forum Komunikasi Publik Sosialisasi BLT bagi Buruh Pabrik Rokok

Pemkot Kediri Adakan Forum Komunikasi Publik Sosialisasi BLT bagi Buruh Pabrik Rokok
Pemkot Kediri Adakan Forum Komunikasi Publik Sosialisasi BLT bagi Buruh Pabrik Rokok (Diskominfo Kota Kediri)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial menyelenggarakan Forum Komunikasi Publik (FKP) yang membahas sosialisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok dan sosialisasi standar pelayanan.

Acara ini diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Kediri dan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi Prasetya, di hadapan 200 peserta sosialisasi.

banner 400x130

Paulus menyampaikan bahwa acara ini dilandasi oleh UU No.14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Baca juga : Polsek Kediri Kota Tangkap Pelaku Pencurian di Konser Musik, Ini Infonya

“Sekarang ini publik harus tahu informasi tentang layanan yang diberikan pemerintah, terutama Dinas Sosial yang memiliki beberapa pelayanan yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial seperti anak-anak terlantar, orang tua terlantar, disabilitas, dan trafficking,” jelasnya.

Acara juga diisi dengan penandatanganan komitmen dan tindak lanjut hasil forum konsultasi publik oleh unsur penyelenggara pelayanan publik Dinas Sosial Kota Kediri.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan saran dan masukan, sehingga layanan pemerintah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Baca juga : Lakukan Aksi Tempel Stiker Merah Putih di Pipi Saat Orasi Kebangsaan, PJ Wali Kota Kediri : Saya Apresiasi Pemuda Pancasila

Paulus menyoroti penyaluran BLT bagi buruh pabrik rokok yang menjadi kewenangan Dinas Sosial. BLT ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024 dan rencananya akan disalurkan pada bulan September hingga Oktober 2024.

“Bantuan akan diberikan dengan nominal Rp 1 juta per tahun dan untuk tahun 2024 ini akan diserahkan kepada 5.400 buruh pabrik rokok,” jelasnya.

Kriteria penerima BLT meliputi petani tembakau, buruh pabrik rokok aktif, PHK buruh tahun 2024, serta tenaga administrasi lain yang bekerja di pabrik rokok dengan mempertimbangkan UMR. BLT ini diberikan untuk masyarakat Kota Kediri, baik yang berdomisili di dalam maupun di luar Kota Kediri.

“Jadi sasarannya bukan untuk masyarakat miskin saja sehingga tidak memandang status sosial dan tidak harus masuk DTKS,” tambah Paulus.

Lutfi Abdul Manaf, Personalia dari Pabrik Rokok Dua Dewi cabang Kediri, merespons positif sosialisasi ini. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan informasi yang dinantikan oleh karyawan mengenai penyerahan bantuan.

“Sebelumnya sudah ada pertanyaan dari karyawan kami mengenai bantuan ini. Dengan adanya sosialisasi ini kami bisa menjelaskan kepada mereka dan memberi semangat untuk meningkatkan kualitas dan produksi,” ujar Abdul Manaf.

Abdul Manaf juga menambahkan bahwa tidak ada kriteria khusus untuk penerima BLT dan semua karyawan berhak mendapatkan bantuan sosial.

“Total ada 194 penerima yang datanya sudah dikirimkan ke Dinas Sosial dan sudah terverifikasi. Semoga tidak ada kendala terkait data dan semoga bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sosialisasi ini mengundang berbagai stakeholder seperti akademisi, pers, LSM, perwakilan rumah sakit, perwakilan forum RT/RW, kelompok disabilitas, relawan, dan pekerja sosial.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Kediri lebih memahami dan mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan memajukan pelayanan publik.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *