Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Upaya pencarian terhadap Rizal (11), siswa sekolah dasar asal Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, akhirnya membuahkan hasil. Setelah memasuki hari kedua pencarian pada Senin (8/11/2025), tim gabungan berhasil menemukan korban sekitar 300 meter dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam.
Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Pos Trenggalek, Fitra Atmakasanda, menjelaskan bahwa sejak pukul 07.00 WIB, proses pencarian dikerahkan dengan melibatkan TNI/Polri, BPBD, Damkar, serta warga. Pencarian dilakukan melalui dua metode: penyisiran darat dan operasi di air.
Di jalur darat, petugas ditempatkan di beberapa titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban. Sementara itu, tim di air menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran sungai dan menurunkan penyelam untuk memeriksa dasar sungai.
Baca juga : IG PAUD Muslimat NU Kota Kediri Gelar Sholawat Kubro, 3.500 Siswa dan Walimurid Padati SSC MAN 2
“Kami memaksimalkan seluruh sumber daya pada pencarian hari kedua. Tim darat menyisir sepanjang bantaran sungai, sedangkan tim air melakukan pencarian dengan perahu karet serta penyelaman,” ujar Fitra, Selasa (9/11/2025).
Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas akhirnya menemukan tubuh korban dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban setengah mengambang, dengan kepala berada di atas permukaan air sementara tubuhnya tenggelam.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses identifikasi guna memastikan kecocokan dengan korban yang dilaporkan hilang.
“Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk dilakukan identifikasi,” jelas Fitra.
Baca juga : Satreskrim Polres Kediri Kota Beberkan Sejumlah Kasus Menonjol yang Diungkap Selama November 2025
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Fitra juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan orang tua saat anak bermain di sekitar sungai, mengingat arus Sungai Bodeng yang cukup berbahaya.
“Kami mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dan melarang mereka bermain di lokasi berisiko seperti sungai yang berarus deras,” tutupnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





