Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dalam menjalankan program pemerintahan yang sudah disusun, APBDes semua desa di Jombang didukung dari 3 sumber yakni Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Pajak Daerah serta Retribusi Daerah (PDRD).
Khusus pengelolaan Dana Desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang, Sholahuddin, menekankan komitmen untuk memaksimalkan guna menangani permasalahan kemiskinan dan stunting di desa.
Sholahuddin memaparkan dengan rinci alokasi Dana Desa tahun 2024 senilai Rp310.381.146.000, yang akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni program pencegahan stunting, penanganan kemiskinan ekstrem, dan penguatan ketahanan pangan.
Baca juga : Legenda Gunung Kelud dan Lembu Suro, Awal Mula Munculnya Sumpah Mistis untuk Warga KedirI dan Sekitarnya
Menurutnya, pendekatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Peningkatan kualitas hidup masyarakat desa tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya konkret mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan dan stunting. Dana Desa akan dimanfaatkan secara efektif untuk program-program yang berdampak nyata,” ungkap Sholahuddin, Selasa (23/1/2024) lalu.
Dalam konteks transparansi dan efisiensi, Kepala DPMD Jombang juga mengumumkan rencana penggunaan transaksi non tunai pada tahun 2024.
Baca juga : ASN Kota Kediri Harus Bijak Bermedsos, Ini Pesan PJ Wali Kota Kediri Zanariah
Keputusan ini diambil sebagai langkah proaktif untuk mempermudah proses pembayaran, mengurangi risiko kehilangan Dana Desa, dan meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.
“Kami tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Semua langkah ini diambil dengan mengedepankan keberlanjutan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tandas Sholahuddin.
Sementara itu Pj Bupati Jombang Sugiat menekankan peran krusial DPMD dalam mendukung pembangunan desa, manajemen Dana Desa yang efisien, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





