Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Proses penyaluran program Bantuan Pangan (Banpang) di Kabupaten Tulungagung masih tergolong rendah. Hingga saat ini, realisasi distribusi beras dan minyak goreng tersebut baru mencapai sekitar 30 persen.
Kepala Perum BULOG Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengungkapkan bahwa meskipun persentasenya masih rendah, proses penyaluran tetap berjalan di sejumlah wilayah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk memastikan penerima siap saat penyaluran berlangsung, sehingga tidak ada kendala di lapangan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, secara wilayah, hampir 50 persen daerah di Tulungagung telah tersentuh distribusi Banpang. Pihaknya menargetkan penyaluran dapat rampung sepenuhnya sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni 31 Mei 2026.
Baca juga : Meriahkan Hari Jadi ke-1222, Dinas Perikanan Kediri Gelar Kediri Aquatic di Simpang Lima Gumul
“Target kami sesegera mungkin tuntas sebelum deadline dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Yonas menegaskan, salah satu penyebab utama lambatnya distribusi adalah karena saat ini Tulungagung tengah memasuki masa panen raya padi. Kondisi ini membuat penyaluran Banpang harus diatur secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Saat ini, harga serapan gabah oleh BULOG berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Oleh karena itu, distribusi bantuan pangan tidak ingin sampai menekan harga hasil panen petani di lapangan.
“Stok Banpang sebenarnya sudah siap di gudang. Namun, kami harus memastikan program ini tidak berdampak pada harga gabah saat panen raya,” jelasnya.
Baca juga : Bea Cukai Kediri Sita 4 Juta Batang Rokok Ilegal, Peredaran Masih Marak hingga Pedesaan
Dengan strategi koordinasi yang terus diperkuat, diharapkan penyaluran Banpang di Tulungagung dapat segera mencapai 100 persen tanpa mengganggu keseimbangan pasar pertanian lokal.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





