Peziarah Makam Membludak Jelang Ramadan, Tukang Parkir Dadakan Raup Keuntungan

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Momen jelang Ramadan membawa berkah bagi para tukang parkir dadakan di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU ) di Kota Kediri. Mengingat banyak peziarah yang datang untuk nyekar dan mendoakan orang tua atau leluhur yang sudah meninggal.

Omset tukang parkir dadakan ini selama 3 hari berturut-turut cukup besar, setidaknya uang Rp 1 juta bisa mereka kantongi per harinya. Peran tukang parkir dadakan ini juga sangat penting karena memastikan kendaraan para peziarah aman.

Yudik Alvianto tukang parkir dadakan warga Kelurahan Burengan Kota Kediri mengatakan, setiap menjelang puasa ramadhan dia selalu rutin buka parkir di TPU Burengan guna membantu peziarah.

Baca Juga: 7 Drama Korea Terbaru Maret 2024 yang Tayang Saat Bulan Ramadhan, Nomor 2 Banyak Dinantikan Penonton 

“Ya setahun sekali mas, Alhamdulilah, dapat rejeki,” ujarnya, Senin ( 11/3/2024),

Bukan hanya membantu keamanan kendaraan, tidak jarang para tukang parkir itu membantu dan mengarahkan para peziarah dari luar kota untuk menemukan makam kerabatnya.

“Meskipun hujan atau panas terik matahari saya tetap berada di sini menjaga kendaraan peziarah bukan semata-mata uangnya saja tapi rasa tanggung jawab saya agar mereka nyaman berdoa,” imbuh Yudik.

“bagi saya, membantu sesama adalah hal yang sangat penting,” tambahnya dengan diiringi senyuman.

Di tempat terpisah Afifah warga Kelurahan Banjaran Kota Kediri , salah satu peziarah yang berkunjung ke TPU Burengan mengapresiasi peran tukang parkir dadakan tersebut.

Bagi saya, peran mereka sangat membantu para pengunjung agar bisa dengan nyaman memarkirkan kendaraannya tanpa rasa khawatir,” ucapnya.

Perlu diketahui, TPU Kelurahan Burengan digunakan sekitar 5 kelurahan antara lain kelurahan Banjaran, Burengan, Kemasan, Jagalan dan Jamsaren. Meskipun saat ini di Kelurahan Banjaran sudah ada TPU baru, namun sebagian warga tetap berziarah ke TPU Burengan karena keluarganya dimakamkan di sana.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi

Editor : Hadiyin.

Leave a Reply