Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Jembatan penghubung antara Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel dan Desa Wates, Kecamatan Jenangan yang hampir terputus akibat longsor kini mulai diperbaiki melalui pembangunan jembatan darurat.
Perbaikan sementara tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh anggota Polres Ponorogo bersama warga dari kedua desa. Jembatan ini diketahui merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan wilayah tersebut.
Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan berdasarkan arahan Kapolres Ponorogo agar jalur ini kembali dapat digunakan masyarakat.
“Sesuai petunjuk Bapak Kapolres, kami dari Polsek Ngebel berupaya memastikan jalur ini bisa dilewati kembali dengan membangun jembatan darurat bersama warga setempat,” ungkapnya.
Baca juga : Polres Nganjuk Bongkar Jaringan Pengedar Pil Dobel L Lintas Daerah Nganjuk–Kediri
Ia menjelaskan bahwa ruas jalan di lokasi tersebut telah beberapa kali mengalami longsor sehingga sebagian badan jalan amblas dan nyaris tidak bisa dilalui.
Meski sifatnya sementara, keberadaan jembatan darurat ini setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran warga saat melintas. Namun, penggunaannya masih terbatas.
“Saat ini sudah bisa dilalui, tetapi hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat belum diperbolehkan melintas untuk sementara waktu,” jelas AKP Nuryadi.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menambahkan bahwa jembatan darurat ini akan menggunakan konstruksi plat baja sepanjang 32 meter dengan tambahan sayap masing-masing 2 meter, sehingga total panjang mencapai 36 meter dan lebar 1,2 meter.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Bina Marga, agar pembangunan sesuai standar keselamatan.
Baca juga : Serap Aspirasi Warga, Legislator Golkar dan Tiga Pilar Perkuat Kolaborasi Pembangunan Kota Kediri
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar jembatan ini memenuhi standar dan aman digunakan masyarakat,” ujar AKBP Andin.
Pembangunan jembatan darurat ini ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan, mengingat akses tersebut telah mengalami kerusakan sejak 2023.
“Ditargetkan dua pekan ke depan selesai sehingga dapat segera dimanfaatkan warga dan memulihkan kembali akses vital antar dua desa,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






